Bekali Lulusan Madrasah Bahasa Asing, Kemenag DIY Bangun MILC

Rabu, 10 Oktober 2018 - 19:20 WIB
Bekali Lulusan Madrasah...
Bekali Lulusan Madrasah Bahasa Asing, Kemenag DIY Bangun MILC
A A A
BANTUL - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY akan membangun gedung Madrasah International Language Centre (MILC) di kompleks Madrasah Aliah Negeri (MAN) Bantul. MILC dirancang sebagai pusat bahasa untuk membekali lulusan madrasah dengan tiga bahasa asing yakni Arab, Inggris, dan Mandarin.

Peletakkan batu pertama pembangunan MILC dilakukan oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (10/10/10). Kepada wartawan di sela-sela acara, Menag mengapresiasi langkah Kantor Kementerian Agama DIY yang berhasil menginisiasi lembaga yang secara khusus memberikan kemampuan bahasa asing terhadap siswa mandrasah.

Menurut Menag, pembangunan MILC tersebut merupakan terbosan Kanwil Kemenag yang bekerja sama dengan dunia usaha yang peduli terhadap dunia pendidikan. "Lembaga ini diharapkan mampu membekali siswa madrasah dengan kemampuan bahasa asing sebagai bekal berkarir setelah lulus," katanya.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyebut konsep pusat bahasa ini akan terus dimatangkan sehingga bisa menjadi contoh daerah lain. "Kita ada 324 ribu madrasah. Kenyataan di masyarakat bisa jauh lebih besar. Ini menjadi model madrasah punya pengembangan bahasa asing," ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Muhammad Lutfi Hamid menyebut MILC merupakan pusat bahasa dan budaya. Sarana tersebut dibangun untuk menyiapkan lulusan madrasah yang unggul dalam berbahasa asing dan kompetitif dalam persaingan global, baik dalam bidang pendidikan maupun komersial. "MILC merupakan integrasi dari pengembangan bahasa dan juga Tahfidz Alquran di mana keduanya merupakan pondasi dasar bagi lulusan madrasah yang berdaya saing," katanya.

Menurut Lutfi, selain menyiapkan lulusan madrasah yang siap berkompetisi di tingkat internasional. Kehadiran MILC juga didorong hasil dari hasil diskusi bersama Vice President Yangzhou Polytechnic College saat berkunjung ke Kanwil Kemenag DIY beberapa waktu lalu. "Keterampilan bahasa asing menjadi faktor dominan terjalinnya komunikasi dan menjadi jembatan dalam memhami pengetahuan baru," katanya.

Lutfhi berharap siswa madrasah yang ikut belajar di MILC sudah siap belajar ke luar negeri sebagai international students. Pihaknya menargetkan setiap tahun ada 50 siswa yang belajar di MILC dari semua madrasah di DIY.
(amm)
Berita Terkait
Kementerian Agama Gelar...
Kementerian Agama Gelar Seminar Indonesia Emas
Prof Al Makin Terpilih...
Prof Al Makin Terpilih Jabat Rektor UIN Yogya
Ikuti Ngaji Budaya di...
Ikuti Ngaji Budaya di Yogyakarta, Mahasiswa: Rawat Keterhubungan Seni dan Keagamaan
Wamenag Ingatkan Penyuluh...
Wamenag Ingatkan Penyuluh Agama sebagai Wajah Kementerian Agama
Doa Bersama ASN Kementerian...
Doa Bersama ASN Kementerian Agama
9 Pertanyaan Seputar...
9 Pertanyaan Seputar Wakanda di Black Panther 2, Termasuk Agama
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
42 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved