Polres Padangsidimpuan dan PWI Tabagsel Sepakat Tolak Hoax

Selasa, 09 Oktober 2018 - 15:36 WIB
Polres Padangsidimpuan...
Polres Padangsidimpuan dan PWI Tabagsel Sepakat Tolak Hoax
A A A
PADANGSIDIMPUAN - Polres Padangsidimpuan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel, Sumatera Utara menyatakan komitmennya menolak pemberitaan bohong (hoax).

"Pers sebagai sosial kontrol punya peranan penting dalam mendukung kinerja kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat," kata Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya saat menerima audiensi jajaran PWI Tabagsel di Aula Mapolres setempat, Selasa (9/10/2018).

AKBP Hilman mengatakan, belakangan ini masalah utama yang kerap muncul dan mengganggu kondusifitas masyarakat adalah beredarnya berita bohong (hoax).

"Berita dan informasi hoax harus diberantas, PWI sebagai wadah tertua dan terbesar tentu punya andil dalam memberantasnya," katanya.

Peran media khususnya yang tergabung dalam PWI sangat besar dalam mendukung program kepolisian dalam menegakkan subremasi hukum. Diharapkapnya, hubungan sinargitas PWI Tabagsel dengan Polres Padangsidimpuan dapat terus ditingkatkan.

Ketua PWI Tabagsel Hairul Iman Hasibuan mengungkapkan apresiasi atas hubungan baik yang terjalin selama ini. Iman memaparkan sejarah dan kontribusi PWI mulai kemerdekaan hingga dibukanya kran kebebasan pers di era reformasi.

PWI berdiri 9 Februari 1946 dan menjadi wadah wartawan satu-satunya hingga era reformasi tahun 1998. Saat ini, pascakebebasan pers 1998, perusahaan dan organisasi pers menjamur meski berdampak negatif pada identitas wartawan sesungguhnya.

"Kebebasan pers menjadi bablas, sehingga dibuatlah aturan atau regulasi profesi wartawan oleh dewan pers yang diatur dalam UU 40 Tahun 1999 dan kode etik jurnalistik,” terangnya didampingi jajarannya.

Lebih lanjut kata Iman, ada sejumlah program utama dewan pers dan PWI dalam mengembalikan khittah pers yang professional. Salah satunya Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sertifikasi perusahaan dan organisasi.

"Dari data dewan pers yang bisa diakses melalui internet baru tiga wadah wartawan yang lolos verifikasi yaitu PWI, AJI dan IJTI. Sedangkan wartawan yang lolos UKW di Tabagsel baru 60 hingga 70 orang, padahal seribuan lebih terdaftar di humas pemerintah se-Tabagsel, ini kondisi yang cukup riskan," tandasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Penyebar Hoax Wali Kota...
Penyebar Hoax Wali Kota Sidimpuan Isolasi Mandiri Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Kinerja Kasat Reskrim...
Kinerja Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan Diapresiasi Pengacara Ternama
Penyebar Hoax Minta...
Penyebar Hoax Minta Maaf, Pemkab Dairi: Kasus Segera Dihentikan Polda Sumut
Jangan Share Dahulu,...
Jangan Share Dahulu, Begini Cara Mengetahui Informasi Hoaks atau Bukan
Kominfo Ungkap Jumlah...
Kominfo Ungkap Jumlah Isu dan Sebaran Konten Hoaks Pekan Ini
Jangan Salah Info, Ribuan...
Jangan Salah Info, Ribuan Hoaks Covid-19 Masih Bertebaran di Medsos
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
45 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved