Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas, Asap Mulai Menyelimuti Palembang

Kamis, 04 Oktober 2018 - 09:55 WIB
Kebakaran Hutan dan...
Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas, Asap Mulai Menyelimuti Palembang
A A A
PALEMBANG - Asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menyelimuti Kota Palembang. Asap semakin pekat menggantung di langit Palembang pada pagi dan sore hari.

Kondisi ini membutuhkan penangganan segera karena titik api meningkat setelah upaya water boombing atau pemadaman dari udara dihentikan, pasca-Asian Games.

Kepala Posko Karhutla BPBD Sumatera Selatan, Ansori mengatakan, selama 2018 ini ada sekitar 7.300 haktare lahan yang terbakar. Titik kebakaran disebut sempat menurun selama Asian Games berlangsung.

"Selama Asian Games memang tercatat titik kebakaran menurun, karena saat itu penanganan maksimal. Sekarang sudah meningkat lagi, terutama saat helikopter berhenti operasi karena tahap evaluasi," kata Ansori.

Adapun 8 heli waterbombing dan 2 unit pesawat TMC kini hanya parkir di Basse Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang sejak 30 September 2018. Helikopter sewaaan ini tak dapat terbang untuk membantu proses pemadaman selama izin terbang belum keluar.

"Sejak 30 September tidak bisa terbang, sebenarnya habis kontrak sewa di bulan Oktober ini dan masih lama. Tetapi saya dapat informasi terakhir jam terbangnya yang sudah habis sebagian, mungkin ya karena memang ini dimaksimalkan saat Asian Games," kata Ansori.

Helikoter mulai operasional sejak Maret 2018. Sampai terakhir beroperasi di akhir September, tercatat sudah ada 1.018 kali penerbangan dengan jumlah pengemboman air sebanyak 23.184 kali. Kapastitas air yang selama ini telah ditumpahkan ke lahan terbakar mencapai 91.407.500 liter air.

"Akibat kebakaran ini memang beberapa hari terkahir kabut asap mulai masuk ke Palembang dan sekitarnya. Terutama di malam dan sore hari, tetapi tim darat ini tetap bekerja siang malam supaya lahan terbakar dapat dikendalikan," ujar Ansori.

Sementara itu, Komandan Satgas Udara, Kolonel Pnb Heri Sutrisno mengatakan seluruh helikopter yang berhenti operasi masih terparkir di Base Ops Lanud SMH. Total ada 8 heli waterboombing dan 2 unit pesawat TMC. "Masih parkir semua di Base Ops, ada 8 helikopter dan 2 TMC. Kami menunggu evaluasi dari BNPB untuk terbang lagi," kata Heri.
(wib)
Berita Terkait
Jambi Diselimuti Kabut...
Jambi Diselimuti Kabut Asap Akibat Kebakaran Lahan
Malaysia Kirim Surat...
Malaysia Kirim Surat soal Kabut Asap, Ini Respons Indonesia
Awas! Natuna Dikepung...
Awas! Natuna Dikepung Kabut Asap Dampak Karhutla di Kalimantan Barat
Asap Tebal Kebakaran...
Asap Tebal Kebakaran Hutan Kepung Permukinan Warga Pontianak, Lansia Mulai Diungsikan
Puluhan Hektare Hutan...
Puluhan Hektare Hutan di Samosir Terbakar, Asap Tebal Membuat Warga Panik
Kebakaran Hutan Mengamuk...
Kebakaran Hutan Mengamuk di Kanada, Kabut Asap Selimuti AS
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
3 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
6 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
7 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved