54 Siswa Sayat Tangan, Pemerintah Didesak Blok Konten Negatif

Rabu, 03 Oktober 2018 - 03:43 WIB
54 Siswa Sayat Tangan,...
54 Siswa Sayat Tangan, Pemerintah Didesak Blok Konten Negatif
A A A
PEKANBARU - Ada temuan 54 siswi SMP 18 Pekanbaru, Riau yang melakukan perbuatan menyimpang sangat disesalkan. Tayangan video yang tak layak untuk anak dianggap sebagai biang yang menyebabkan mereka nekat menyiksa diri dengan menyayat tangan.

Ketua Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR) , Roesmaini menjelaskan bahwa banyak hal yang harus dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. Pemeritah diminta turun tangan.

"Pemerintah diminta turun untuk menangani masalah ini. Salah satu yang harus diambil formulanya, bagaimana memblokir situs yang tidak layak ditonton anak termasuk kekerasan dan prilaku menyimpang," ucap Roesmaini Selasa (2/10/2018).

Selain itu, peran orangtua tentu sangat penting untuk mengawasi anak. Kepada orangtua diminta untuk tidak memberikan handphone berbasis android ataupun smartphone yang sangat rawan disalah gunakan. Jika pun menggunakan harus sepengetahuan dan dalam pengawasan orangtua.

"Jangan biarkan anak anak bebas menggunakan handphone. Bila perlu jangan diberikan. Jika pun terpaksa diberikan harus dalam pengawasan. Jika handpohe anak sudah diberi kunci, patut dicurigai mereka ada mengakses maupun menonton hal yang tidak layak. Jadi butuh peran semua pihak termasuk pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMP 18 Pekanbaru Lily Deswita sangat berharap agar pemerintah terkait seperti Kementerian Kominfo serius untuk memblokir situs tidak layak untuk anak. Situs tidak pantas untuk anak yang saat ini mudah diakses sangat gampang merusak generasi muda.

"Sudah seharusnya pemerintah mencari cara untuk memblokir tayangan yang berbahaya untuk anak. Anak anak mudah meniru sesuatu tanpa mengetahui dampaknya. Mereka sangat labil. Kemarin pemerintah sudah bisa memblok situs porno, jadi kita harap tayangan di media sosial yang tidak layak diblok juga," harapnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu sejumlah siswa SMP 18 ketahuan menyayat diri dengan benda tajam. Mereka menyayat tangan dengan pecahan kaca dan jarum pentul karena terobsesi video yang menyebar di grup media sosial, facebook, Instagram dan whatsapp.

Prilaku menyimpang itu menurut siswa dilakukan karena mengalami banyak masalah. Sejumlah siswa mengaku setelah menyayat diri mereka merasa puas walau fisik mereka merasa sakit karena terluka akibat sayatan. Namun kini 54 siswa itu mengaku menyesal.
(pur)
Berita Terkait
Kasus Kekerasan Terhadap...
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Media Sosial Memprihatinkan
Ajak Keluarga Berperan...
Ajak Keluarga Berperan Aktif, TikTok Luncurkan Fitur Family Pairing
Cegah Aksi Brutal, Denmark...
Cegah Aksi Brutal, Denmark Blokir Sosmed untuk Pengguna Anak-anak
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
46 menit yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
1 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
1 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
13 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
13 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
14 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved