Kodam XIII Sebut Pemda Tak Berkoordinasi dengan Baik Tangani Bencana di Palu

Senin, 01 Oktober 2018 - 17:34 WIB
Kodam XIII Sebut Pemda...
Kodam XIII Sebut Pemda Tak Berkoordinasi dengan Baik Tangani Bencana di Palu
A A A
PALU - Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel M Thohir menyatakan pemerintah daerah dinilai kurang kooperatif dalam upaya bekerjasama untuk pemulihan pascabencana di Kota Palu. Tim Satgas, sambungnya, berusaha untuk menghidupkan kembali ekonomi di Palu. Di antaranya operasi dua SPBU, sejumlah ATM bekerja sama dengan bank, dan beberapa pasar.

"Tapi, kami membutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholder untuk pasar. Terutama pemerintah daerah dan warga," katanya di Korem 132/Tadulako Palu.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda, dan TNI-Polri siap mengawal 24 jam agar roda perekonomian kembali pulih. Untuk SPBU ada dua, tapi kami belum bisa ungkap karena masih kita normalisasi.

"Pengawalan saat ini sedang berlangsung dan akan kita upayakan juga pembukaan pasar agar masyarakat bisa membeli kebutuhan hidupnya di pasar. Pasar itu baru rencana karena tentara tidak bisa buka pasar sendirian. Kami gak bisa dagang, kami gak punya barang," ungkapnya.

Dia menegaskan perlu peran dari pemerintah daerah. Namun pemda dinilai kurang kooperatif dalam bekerjasama.

"Dapat dilihat, dari rapat koordinasi tadi pagi. Kita undang, tapi tidak ada yang hadir satu pun. Kita sudah mendengar dari pemerintah pusat untuk segera memulihkan. Dari bapak Presiden sudah kita dengar sendiri, dari bapak Menkopolhukam, dari bapak Mendagri juga demikian. Tapi kalau kita yang di lapangan tidak bekerjasama, itu akan sulit," jelasnya.

Thohir mengatakan pihaknya sudah menggebu-gebu, namun tanpa ada dukungan dari pemda, akan sulit direalisasikan.

"Kita sama sama bahu membahu untuk mengembalikan kondisi perekonomian dan aktivitas masyarakat agar masyarakat tidak perlu lagi mengantre bantuan lagi," tegasnya.

Saat ini tim satuan tugas gabungan penanganan bencana akan fokus evakuasi di tiga titik. "Hotel Roa-roa, Ramayana, dan Jalan Suharso," katanya.

Saat diklarifikasi, Gubernur Sulawesi Tengah juga mengakui bahwa sampai hari ini masih terkendala koordinasi baik akses telepon juga kepala dinas yang masih tak bisa dihubungi.

"Betul kami juga masih merasa kurabg koordinasi dengan stakeholder terkait lantaran berbagai keterbatasan," tegasnya usai pemalaman massal.
(sms)
Berita Terkait
Gempa M5,0 Guncang Palu...
Gempa M5,0 Guncang Palu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Deretan Gempa Bumi yang...
Deretan Gempa Bumi yang Paling Mematikan di Indonesia
Ziarah Empat Tahun Bencana...
Ziarah Empat Tahun Bencana Gempa Palu
Gempa Donggala, Warga...
Gempa Donggala, Warga Diimbau Mengungsi ke Dataran Tinggi
Taiwan ICDF Hadirkan...
Taiwan ICDF Hadirkan Proyek Pendukung Mata Pencaharian di Sulawesi Tengah
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Donggala Sulawesi Tengah
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
3 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
4 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
5 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
5 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
6 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved