Ini Daftar Obat Keras yang Disita Tim Elang Korem 062/Tn

Kamis, 27 September 2018 - 11:51 WIB
Ini Daftar Obat Keras...
Ini Daftar Obat Keras yang Disita Tim Elang Korem 062/Tn
A A A
BANDUNG BARAT - Penggerebegan yang dilakukan personel gabungan dari Tim Elang Intel Korem 062/Tn, Denintel Kodam III/Slw, Unit Intel Kodim 0609/Kabupaten Bandung, di Pasar Curug Agung, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berhasil menyita obat keras ilegal, Rabu (26/9/2018) malam.

Berdasarkan data yang diperoleh SINDOnews total obat keras yang diamankan mencapai 38.688 butir. Obat-obatan tersebut terdiri dari Neo cair 4.000, DBL L cair botol 10.000, DBL L 3.862 butir, DMP 3.000, Ximer 6.000, Tramadol KPSL 2.500, Tramadol TBL 2.600, Holy 700, Neo 2.536 butir, dan DMP Nova 490 butir. Obat-obatan itu kemudian diserahkan ke Satnarkoba Polres Cimahi sebagai barang bukti.

"Dampak mengonsumsi obat keras ini jika tanpa resep dokter maka akan menyebabkan fly, berhalusinasi, emosi yang tidak terbatas, dan terobsesi pada hal-hal tertentu," kata Kasi Pengendalian Sediaan Farmasi dan Makanan Minuman, Dinkes KBB, Rendra Gustiawan, Kamis (27/9/2018).

Dia juga melihat ada obat yang berlabel merah dan merupakan tanda jika itu adalah obat keras. Sehingga tidak boleh dijual secara bebas dan sembarangan, kalau pun ada apotek yang mengeluarkan maka harus ada resep dokter dulu. Jika tidak maka yang mengonsumsi resisten mengalami kerusakan sel otak, serta memiliki dampak ketergantungan atau kecanduan jika tidak mengonsumsinya.

Menurutnya, apotek atau toko obat dalam menjalankan usahanya harus memiliki tenaga apoteker, izin operasional, dan bukti resep dokter dalam mengeluarkan obat. Ketika disinggung terkait izin dari toko obat yang dirazia, Rendra pun menegaskan pihak Dinkes sempat bersama BPOM mendatangi lokasi dan menanyakan itu. Tetapi, mereka tak mengindahkan imbauan Dinkes untuk segera mengurus izin-izinnya sampai akhirnya dirazia.

"Sangat disayangkan toko ini sudah kami datangi beberapa kali meminta untuk mengurus izin dan harus ada tenaga kefarmasian. Tapi mereka sepertinya tidak menggubris," katanya.

Danramil 0923 Padalarang Mayor Daya Bakir mengakui banyak penjual obat nakal meskipun dari muspika sudah berupaya untuk menertibkannya dengan pihak BPOM. Penggerebegan ini sebuah keberhasilan karena obat keras itu banyak dikonsumsi oleh pelajar dengan harga murah sekitar Rp5.000-Rp10.000/butirnya. "Semoga dengan terungkapnya ini maka peredaran obat keras di kalangan pelajar bisa dikurangi," imbuhnya.
(amm)
Berita Terkait
Penetrasi Internet Meningkat,...
Penetrasi Internet Meningkat, Perdagangan Makanan dan Obat Ilegal Lewat E-Commerce Marak
Kemenkominfo Diminta...
Kemenkominfo Diminta Atasi Peredaran Makanan dan Obat Ilegal di E-Commerce
Banyak Dijual Bebas,...
Banyak Dijual Bebas, BPOM Minta Marketplace Screening Obat dan Kopi Ilegal
Perlu Sinergitas untuk...
Perlu Sinergitas untuk Melindungi UMKM dari Peredaran Obat dan Makanan Ilegal
BPOM Jambi Amankan 3.390...
BPOM Jambi Amankan 3.390 Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp1,1 Miliar
BPOM Rilis 8 Obat Tradisional...
BPOM Rilis 8 Obat Tradisional Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya!
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
5 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
5 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
5 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
7 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved