Pemilu 2019, Kapolda Kalbar: Hindari Hasutan dan Hoaks di Medsos

Minggu, 23 September 2018 - 17:46 WIB
Pemilu 2019, Kapolda...
Pemilu 2019, Kapolda Kalbar: Hindari Hasutan dan Hoaks di Medsos
A A A
PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat akan berkoodinasi dengan KPU dan Bawaslu terkait sosialisasi peraturan kampanye. Dengan begitu ada persamaan visi, misi, persepsi dan interpretasi terhadap mekanisme kampanye sehingga berjalan aman, damai, lancar dan sukses.

Hal ini disampaikan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono di sela acara deklarasi kampanye damai dan bebas dari isu SARA dalam Pileg dan Pilpres 2019 di Alun-alun Kapuas Pontianak, Minggu (23/9/2018). Kegiatan bertema Indonesia Menolak Hoax, Politisasi SARA dan Politik Uang ini diselenggarakan oleh KPU Provinsi Kalbar. Dalam acara ini dilakukan penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai oleh calon anggota legislatif (caleg) disaksikan langsung oleh Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Pangdam XXI Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi, Forkopimda, para pengurus parpol, anggota DPD, dan Tim Kampanye Pilpres serta sejumlah undangan lainnya.

Kapolda mengimbau kepada seluruh warganet agar bijak bermedsos dan menyaring konten sebelum disebarkan. Pihaknya hingga saat ini menangani sekitar 9 kasus berupa hasutan dan hoaks saat Pilkada Kalbar 2018.

"Berdasarkan dari pengalaman juga terkait dengan berita di medsos yang bernuansa hoax, kita di Kalbar punya pengalaman untuk itu. Ada 9 yang sudah diproses pada saat pilkada dan sekarang sedang berproses di peradilan," katanya.

Maka dari itu, Kapolda berharap kasus tersebut bisa menjadi pengalaman bagi warga untuk benar-benar berhati-hati dalam bermedsos apalagi yang sifatnya memprovokasi ataupun memfitnah sama sekali tidak boleh. "Jangankan bermedsos, dalam hubungan interaksi sosial sudah ada nilai atau norma agama dan adat yang tidak boleh dilakukan. Apalagi di medsos ada bukti dan kami ada alat untuk melacaknya," ujarnya.

Polda Kalbar telah memetakan dan mendeteksi titik-titik rawan di Provinsi Kalimantan Barat. Untuk mengantisipasinya, Polda bersama TNI telah menyiapkan sekitar 11.000 personel. "Tersebar di 14 kabupaten/kota, 16.000 TPS. Pola pengamanannya sudah dibagi berdasarkan level TPS, yakni aman, rawan 1, rawan 2 dan rawan 3 atau tempat khusus lainnya," kata Kapolda.

Usai penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan Kampanye Karnaval Jalan Kaki.
(amm)
Berita Terkait
Konsolidasi Perindo...
Konsolidasi Perindo Kalimantan Barat, Waketum Bidang Pemilu: Kuatkan Struktur Kelembagaan
DPW Perindo Kalimantan...
DPW Perindo Kalimantan Barat Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas
Puan Yakin Kalimantan...
Puan Yakin Kalimantan Barat Tetap Lumbung Suara PDIP di 2024
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Jelang Pemilu 2024,...
Jelang Pemilu 2024, FKP Kobar Ajak Semua Elemen Jaga Kondusivitas Daerah
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
5 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
5 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
5 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved