Ganjil Genap di Depok Hanya Solusi Jangka Pendek Atasi Kemacetan

Minggu, 09 September 2018 - 20:05 WIB
Ganjil Genap di Depok...
Ganjil Genap di Depok Hanya Solusi Jangka Pendek Atasi Kemacetan
A A A
DEPOK - Kemacetan di Depok khususnya di Jalan Margonda pada akhir pekan semakin semrawut. Pasalnya banyak warga yang menyerbu Margonda sebagai pusat Kota Depok untuk menuju pusat perbelanjaan dan kuliner.

Kemacetan parah di Depok hanya terjadi pada hari libur saja, karena pada hari biasa, warga bekerja ke kawasan Jakarta dan sekitarnya. Kondisi jalan yang ada di Depok saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan.

Sehingga ketika akhir pekan tumpukan kendaraan tak terhindarkan lagi. Hampir seluruh jalan Depok dipenuhi kendaraan. Dengan persoalan tersebut, Pemerintah Kota Depok mewacanakan sistem ganjil genap di Jalan Margonda pada akhir pekan.

Anggota Komisi V DPR RI Intan Fauzi menilai wacana tersebut hanya solusi jangka pendek saja untuk mengatasi kemacetan di Depok. Dia mangakui sistem ini terbukti ampuh mengurai kemacetan di Jakarta ketika perhelatan Asian Games 2018 kemarin. Namun yang juga harus dipikirkan adalah solusi jangka panjangnya.

"Itu hanya sebagai rekayasa lalu lintas saja. Saat ini pertumbuhan penduduk dan pemilik kendaraan jauh lebih besar dibandingkan ruas jalan, sehingga diwacanakan ganjil genap. Tapi jangan sampai ini malah membuat warga membeli kendaraan labih dari satu karena tidak mau kena sistem ini," katanya di Depok, Minggu (9/9/2018).

Menurutnya, pemerintah kota harus melakukan pemerataan pembangunan. Salah satunya dengan mempercepat proyek Jalan Margonda II yang salah saatu titiknya ada di kawasan Bojong Sari. Dengan demikian perkembangan ekonomi dan roda perputaran uang tidak hanya terpusat di Margonda saja.

Dengan demiian kemacetan juga otomatis terurai. "Margonda II ada enam titik. Jika itu dikembangkan maka kemacetan dimargonda tidak lagi signifikan. Jadi solusi jangnka panjangnya adalah pemerataan permbangunan," tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar tidak lagi dikeluarkan perizinan di kawasan Margonda. Jika ada investor yang mau bertanam saham maka diarahkan ke wilayah lain di Depok selain Margonda. Jika perizinan yang dikeluarkan hanya sebatas di Margonda maka kawasan lainnya tidak akan berkembang.

"Pusat kota tidak boleh hanya satu titik karena untuk nengurai kemacetan juga. Harus dibangun titik-titik lain yang juga dekat dengan warga sehingga akses mereka pun menjadi mudah dan perekonomian berkembang," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Sabtu Besok Pemkot Bogor...
Sabtu Besok Pemkot Bogor Mulai Terapkan Sistem Ganjil Genap di Akhir Pekan
Timbulkan Titik Kemacetan...
Timbulkan Titik Kemacetan Baru, Ganjil Genap di Jalan Margonda Depok Dihentikan
Mulai Besok, Depok Uji...
Mulai Besok, Depok Uji Coba Ganjil Genap di Jalan Margonda Raya
Oktober 2021, Ganjil...
Oktober 2021, Ganjil Genap Diterapkan di Jalan Margonda Depok
Uji Coba Ganjil Genap...
Uji Coba Ganjil Genap Jalan Margonda Depok Digelar Desember
Kasus Covid-19 Menurun,...
Kasus Covid-19 Menurun, Ganjil Genap di Bogor Ditiadakan 2 Pekan
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
10 menit yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
20 menit yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
1 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
3 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
15 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved