Keluarga Desak Polisi Tangkap Majikan Penganiaya dan Penggundul PRT

Selasa, 21 Agustus 2018 - 20:04 WIB
Keluarga Desak Polisi...
Keluarga Desak Polisi Tangkap Majikan Penganiaya dan Penggundul PRT
A A A
TANGERANG SELATAN - Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pria berinisial EA, terhadap bekas pembantunya, Maghfiroh (28), menyisakan trauma mendalam. Korban yang berstatus janda dua anak itu, mengaku dipukul hingga digunduli oleh pelaku saat kejadian.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Agustus 2018 lalu, dimana EA bersama dua orang lainnya mencari keberadaan Maghfiroh dengan mendatangi kediaman orang tuanya di Kampung Janada Kaler, RT 02/06, Jagabaya, Parung Panjang, Bogor.

Karena tak ada dirumah, lantas EA bergegas meminta pihak keluarga mengantarnya ke tempat baru Maghfiroh bekerja, di Ruko Permata Parung Panjang. Setibanya disana, tanpa basa-basi EA langsung menghardik serta mengintimidasi korban, dan dibarengi pula dengan pemukulan.

Tak selesai dengan itu, EA lantas menyeret korban kedalam mobil dan membawanya pergi. Ditengah perjalanan, sang bekas majikan ini disebutkan pula terus menganiaya hingga menggunduli rambut Maghfiroh di suatu tempat pangkas rambut.

"Ini kan jelas kekerasan fisik dan psikologis, efeknya pasti kita bisa memahami bagaimana seorang perempuan dianiaya didepan orang tuanya, didepan umum, dipaksa untuk mengaku mencuri, lalu digunduli dan videonya direkam untuk disebar oleh majikannya ini," kata Junaedi, adik kandung Maghfiroh pada Selasa (21/8/2018).

Sontak, luka fisik dan psikis yang dialami Maghfiroh membuat pihak keluarga berang. Mereka pun mendesak, agar kepolisian tak ragu untuk segera menangkap dan memeriksa EA atas penganiayaan itu."Perlakuan majikannya ini sudah tak manusiawi, jangan mengira karena cuma seorang pembantu bisa diperlakukan semaunya. Hasil visum sudah ada, saksi-saksi pun banyak yang melihat penganiayaan itu, jadi kami mendesak agar polisi bertindak tegas dengan segera menangkap pelaku," ujarnya.

Kini, Maghfiroh hanya menghabiskan kesehariannya di dalam rumah bersama kedua anak serta kedua orang tuanya. Rasa trauma yang begitu dalam, membuat dia memilih meninggalkan sementara pekerjaannya sebagai tukang jahit di suatu usaha konveksi.

"Rasa malu ya karena rambutnya digunduli begitu, trauma juga kan saat kejadian itu banyak orang, ditempat kerja, ada orang tuanya juga. Jadi sekarang ini ya dirumah aja," jelas Junaedi.( Baca: Sadis, PRT Ini Dianiaya dan Digunduli Majikan di Depan Umum )

Sementara, PT Citra Kartini Mandiri selaku perusahaan yang menyalurkan Maghfiroh sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ke kediaman, EA, di Kebayoran Residence, Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat datang menjenguk dan memberikan dukungan.

Perusahaan penyalur jasa PRT yang berkantor di Jalan Kucica Blok JF18 Nomor 17 Bintaro Sektor IX, Pondok Aren, itu menyatakan siap mengawal proses hukum yang ditempuh keluarga Maghfiroh. Mereka pun berharap, agar kasus penganiayaan itu secepatnya dituntaskan oleh kepolisian.

"Kami siap men-support upaya hukum atas penganiayaan oleh bekas majikannya itu, karena ini tanggung jawab kami pula. Kami akan terus dampingi. Kalau soal tuduhan pencurian yang dijadikan alasan oleh majikannya, itu kan belum terbukti, sampai saat ini pun polisi tak menemukan bukti tentang tuduhan itu. Kami berharap, polisi bisa tuntas memproses penganiayaan ini," ungkap Direktur PT CKM, Riyadiyanto, saat dikonfirmasi terpisah.
(whb)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
6 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
8 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
9 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
10 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
10 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved