Berantas Pungli, PN Surabaya Terapkan Pendaftaran Perkara via Online

Kamis, 02 Agustus 2018 - 16:00 WIB
Berantas Pungli, PN...
Berantas Pungli, PN Surabaya Terapkan Pendaftaran Perkara via Online
A A A
SURABAYA - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya awal Juli lalu mulai menerapkan sistem pengadilan elektronik atau e-Court (electronic court). Sistem ini dibangun guna mengantisipasi praktik pungutan liar (pungli) di pengadilan yang ada di Jalan Arjuna tersebut.

Artinya, untuk mengurangi adanya hubungan atau pertemuan antara pihak berperkara dengan petugas Pengadilan. Sehingga potensi terjadinya pungli bisa diminimalisir. “Sistem ini (e-Court) kami bangun juga untuk memberikan kemudahan bagi pihak berperkara yang akan mendaftarkan gugatannya di Pengadilan. Mereka (pihak berperkara/penggugat) bisa mendaftarkan gugatan ke PN Surabaya tanpa harus datang ke PN Surabaya, bisa melalui online,” kata Ketua PN Surabaya Sujatmiko, Kamis (2/8/2018).

Sistem di PN Surabaya ini menjadi pilot project (percontohan) bagi PN se-Indonesia. e-Court ini terakses langsung dengan Mahkamah Agung (MA). Penerapan aplikasi ini dikhususkan bagi para pengacara atau advokat. Jadi para advokat bisa mengakses aplikasi ini dengan menggunakan web browser melalui piranti komputer. Nantinya akan dimintai atau mengisi regristasi dengan mengisi identitas lengkap atau melalui alamat email dan password pendaftar.

“Dari situ nantinya pendaftar atau advokat akan mempunyai akun di e-Court. Terkait kapan jadwal persidangannya, aplikasi ini akan mengabarkan melalui email atau akun dari advokat yang sudah teregristasi,” ucapnya.

Menurut Sujatmiko, e-Court ini bagian dari inovasi dalam pelayanan masyarakat, sekaligus mewujudkan transparansi dengan pemanfaatan terknologi IT. Sistem ini mampu memberikan ketepatan dan kecepatan waktu. e-Court ini diharapkan mampu memangkas birokrasi pendaftaran perkara yang cukup panjang dan memakan waktu.

Selain itu, lebih ringan biaya, waktu lebih singkat dan proses lebih sederhana. “Cukup dengan mengirim materi gugatan dalam bentuk soft copy ke e-Court, melalui akun yang sudah dimiliki,” kata pria asal Yogyakarta ini.

Untuk proses pembayarannya, setelah e-SKUM (Surat Keterangan Untuk Membayar) keluar, penggugat mendapat nomor virtual account (VA) dari Bank BTN. Penggugat dapat membayar sebanyak yang tercantum dalam e-SKUM. Untuk keterangan pembayaran lebih lanjut dapat dilihat di aplikasi e-Court pada kolom petunjuk pembayaran.

Aplikasi e-Court ini sesuai dengan Perma No 3 Tahun 2018 Jo. SK Dirjen Badilum No 271/DJU/SK/PS01/4/2018. “Yang menerapkan sistem ini baru PN Surabaya dan PN Jakarta Pusat. Nantinya akan menyusul PN-PN daerah,” pungkas Sujatmiko.
(wib)
Berita Terkait
4 Perbedaan Pengadilan...
4 Perbedaan Pengadilan Militer dan Pengadilan Sipil
Pemkab Sidrap Jalin...
Pemkab Sidrap Jalin Kerja Sama dengan Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri
Dua Mantan Algojo Pengadilan...
Dua Mantan 'Algojo' Pengadilan Tipikor Jakarta Jadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi
PA Barru Kenalkan Mobile...
PA Barru Kenalkan Mobile Court untuk Permudah Layanan Peradilan
Putusan Sela Bebaskan...
Putusan Sela Bebaskan Budi, Kuasa Hukum Desak Evaluasi Jaksa
Dua Eks Pemeriksa Pajak...
Dua Eks Pemeriksa Pajak DJP Kemenkeu Divonis 8 dan 9 Tahun Penjara
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
6 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
7 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
8 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
10 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
10 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
11 jam yang lalu
Infografis
Menko Polkam Ungkap...
Menko Polkam Ungkap 8,8 Juta Orang Terlibat Judi Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved