Kantor Wilayah Bea Cukai Kalbagtim Gelar Forum Diskusi Bersama Watimpres

Selasa, 31 Juli 2018 - 09:41 WIB
Kantor Wilayah Bea Cukai...
Kantor Wilayah Bea Cukai Kalbagtim Gelar Forum Diskusi Bersama Watimpres
A A A
SAMARINDA - Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Agus Sudarmadi, didampingi seluruh Kepala Kantor Bea Cukai di lingkungan Wilayah Kalbagtim, menyambut kedatangan para anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI), pada Rabu (25/07).

Kedatangan para anggota Wantimpres RI tersebut dalam rangka mengadakan kunjungan kerja dan menghadiri forum diskusi yang digelar Kantor Wilayah Bea Cukai Kalbagtim di Aula Banua Caraka Kantor Bea Cukai Samarinda.

Rombongan Wantimpres RI terdiri dari Letjen TNI (Purn) M. Yusuf Kartanegara (anggota Wantimpres), Mayjen TNI (Purn) Mashudi Darto, Mayjen TNI (Purn) Dr. I Gusti Putu Buana SAP, M.Sc, Kolonel LEK Gatot Sutomo, S.T, Shinta Tri Lestari S.H, M.Kn, Ir Amal Witonohadi M.T, Abd. Rahman S.H, Uus Alihusni, dan Andytias D, A.

Dalam forum diskusi yang mengangkat tajuk Optimalisasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba untuk Mewujudkan Keamanan yang Kondusif, Letjen TNI (Purn) M. Yusuf Kartanegara, mengatakan luasnya wilayah Indonesia merupakan hal strategis bagi penyelundup narkoba.

Sehingga dengan adanya diskusi tersebut, diharapkan Tim Wantimpres mendapat masukan hal-hal berkaitan dengan kendala maupun informasi yang nantinya bisa disampaikan ke Presiden.

Selanjutnya, Agus Sudarmadi menyampaikan bahwa Kanwil Bea Cukai Kalbagtim sangat senang atas kedatangan Tim Wantimpres. "Dalam agendanya mengunjungi seluruh instansi terkait dalam penanggulangan narkoba, semoga kedatangan Tim Wantimpres bisa membantu Bea Cukai Kalbagtim dalam meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait lainnya," ujarnya.

"Karena Bea Cukai Kalbagtim sendiri masih punya beberapa kendala, antara lain kebijakan negara tetangga, sarana prasarana pengawasan, topografi perbatasan, perekonomian, dan perdagangan serta sumber daya manusia,"pungkasnya.

Penyebab tingginya angka penyelundupan narkoba, menurut Agus adalah dikarenakan bisnis narkotika adalah underground economy dengan keuntungan yang besar, sehingga membuat orang mudah tergiur untuk melakukannya.

"Sarana transportasi laut yang cenderung masih tradisional (tanpa Automatic Identification System/AIS radar maupun lampu) cukup menyulitkan petugas dalam melakukan deteksi ditengah laut. Secara topografi Kalimantan Utara memiliki perbatasan darat yang sangat panjang, banyaknya jalur illegal, serta perbatasan laut yang sangat dekat juga merupakan kendala dalam pengawasan," sebutnya.

Mayjen TNI (Purn) Dr. I Gusti Putu Buana selaku Ketua Tim Kajian kemudian menambahkan bahwa hukuman mati yang telah diterapkan kepada para pelaku pengedar narkoba ternyata belum bisa membuat efek jera atau pun takut para pelakunya.

Dan berdasarkan data dari BNN di Indonesia setiap harinya terdapat 40-50 orang meninggal dunia karena mengkonsumsi narkoba. Atas dasar bahaya narkoba bagi bangsa ini, maka Tim Wantimpres ingin melakukan kajian untuk mencari cara yang tepat agar penanggulangan narkoba bisa dilakukan secara maksimal. Bea Cukai mempunyai peranan penting dalam menanggulangi masuknya barang haram ini.
(nag)
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Berita Terkini
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
56 menit yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
1 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
1 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
2 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved