Tutut Beracun di Sukabumi dan Bandung Barat Berasal dari Sini

Minggu, 29 Juli 2018 - 13:55 WIB
Tutut Beracun di Sukabumi...
Tutut Beracun di Sukabumi dan Bandung Barat Berasal dari Sini
A A A
SUKABUMI - Sumber bahan baku olahan tutut yang mengakibatkan keracunan di Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat, ternyata dari Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta. Hal terungkap dari pengakuan pengolah tutut yang berhasil diamankan jajaran Polresta Sukabumi.

ER, pengolah penganan tutut yang juga warga Kampung Cipeyeum, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, mengaku bahan baku yang digunakannya berasal dari Waduk Cirata setelah sebelumnya stok tutut dari petani di Karawang habis.

"Saya sudah menjalankan bisnis tutut ini sejak tiga bulan terakhir. Biasanya mendapatkan tutut dari para petani di Karawang, tapi karena kehabisan stok akhirnya saya membelinya dari Purwakarta, yakni dari para petani tutut di Cirata," ungkap ER, Minggu (29/7/2018).

Selama ini, kata dia, masakan tutut hasil produksinya telah melalui proses pengolahan yang cukup panjang. Pertama, ER terlebih dahulu mencuci semua tutut dan dilanjutkan tahap perebusan. Setelah itu, tutut kembali dicuci hingga akhirnya kembali direbus untuk kedua kalinya bersamaan dengan bumbu masakan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto mengatakan, dari hasil penyelidikan terungkap kasus keracunan massal akibat tutut ini terjadi di dua daerah dengan tiga tempat yang meliputi Sukabumi dan Bandung Barat.

"Hasil pengungkapan diketahui peristiwa keracunan massal di Sukabumi maupun di Bandung Barat ini ternyata saling berkaitan karena berasal dari sumbernya sama," kata Budi Nuryanto.

Selain ER polisi juga mengamankan dua orang lainnya, masing-masing Ju dan Da. Keduanya merupakan pedagang yang menjajakan tutut dengan cara berkeliling ke perkampungan.

Seperti diketahui, warga Sukabumi dan Bandung Barat mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi penganan tutut. Bahkan, seorang warga dikabarkan meninggal dunia.
(zik)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
5 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
5 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
5 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved