Kisah Andi Djemma Raja Luwu yang Mengultimatum Tentara Sekutu

Minggu, 29 Juli 2018 - 05:00 WIB
Kisah Andi Djemma Raja Luwu yang Mengultimatum Tentara Sekutu
Kisah Andi Djemma Raja Luwu yang Mengultimatum Tentara Sekutu
A A A
Nama Andi Djemma saat dikenal warga Luwu dan Sulawesi Selatan karena dia merupakan seorang Pahlawan Nasional dan juga raja (datu) Kerajaan Luwu. Andi Djemma merupakan teladan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sebagai keturunan raja, Andi Djemma rela mengorbankan kemewahan dan berjuang mengusir penjajah di tanah kelahirannya.

Bahkan pada 5 Oktober 1945, Andi Djemma sempat mengultimatum pihak Sekutu agar segera melucuti tentaranya dan kembali ke tangsinya di Palopo. (Baca juga: Andi Djemma, Pejuang Luwu yang Kobarkan Perang terhadap Belanda)

Andi Djemma adalah putera dari Andi Kambo, raja (datu) Kerajaan Luwu. Dia lahir pada Selasa, 23 Februari 1901 di Palopo, Sulawesi Selatan. Andi Djemma memulai pendidikan formal di Inlandsche School (sekolah dasar untuk pribumi selama 5 tahun) pada 1910.

Di dalam lingkungan istana, Andi Djemma sering diajak orang tuanya menghadiri rapat-rapat adat sehingga mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang masalah pemerintahan dan kemasyarakatan.

Pada tahun 1906 Kerajaan Luwu ditaklukkan Belanda dan Andi Kambo terpaksa menandatangani kontrak politik yang mengharuskan untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan keinginan Belanda.

Lalu saat Datu Luwu Andi Kambo meninggal dunia pada tahun 1935, nama Andi Djemma masuk dalam daftar pengganti raja. Dimana ada tiga calon yang berhak akan pengganti raja, termasuk Andi Djemma.

Sesuai dengan tradisi calon datu harus dipilih oleh Dewan Adat yang disebut Ade Sappulu Dua, sebab anggotanya berjumlah dua belas orang. Pada mulanya terdapat sepuluh calon. Setelah diseleksi, tinggal tiga calon, termasuk Andi Djemma.

Orang-orang Rangkong dari Tana Toraja, pendukung fanatik Andi Djemma, mengancam akan menjadikan Luwu mandi darah, apabila bukan Andi Djemma yang diangkat sebagai Datu Luwu. Akhirnya, Pemerintah Belanda menetapkan Andi Djemma sebagai Datu Luwu.

Selanjutnya berita tentang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 diketahui Andi Djemma dari anaknya, Andi Ahmad, pada 19 Agustus 1945.

Kemudian Andi Djemma segera memerintahkan agar berita itu disebarluaskan di kalangan masyarakat. Lalu Andi Djemma memprakarsai pembentukan organisasi Soekarno Muda (SM). Lalu Pada 2 September 1945, di bawah pimpinan Andi Ahmad, anggota Soekarno Muda melakukan gerakan merebut senjata Jepang di Palopo. Pada kemudian hari, Soekarno Muda berganti nama menjadi Pemuda Nasional Indonesia (PNI) dipimpin oleh Andi Makkalau dan akhirnya menjadi organisasi kelaskaran dengan nama Pemuda Republik Indonesia (PRI).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1705 seconds (11.252#12.26)