Polisi Selidiki Kasus Pembantaian Ratusan Ekor Buaya di Sorong

Senin, 16 Juli 2018 - 13:45 WIB
Polisi Selidiki Kasus...
Polisi Selidiki Kasus Pembantaian Ratusan Ekor Buaya di Sorong
A A A
SORONG - Polres Sorong, Papua Barat hingga saat ini telah memeriksa 5 orang dalam kasus kasus pembantaian 292 ekor buaya di penangkaran milik CV Mitra Lestari Abadi (MLA) di Jalan Bandara SP 1, Kelurahan Klamalu, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Sabtu (14/7/2018). Polisi tidak akan gegabah dalam menangani kasus yang melibatkan banyak pihak ini.

Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna mengatakan, ada dua kasus yang berkembang dalam perkara ini. Pertama, adanya warga meninggal karena digigit buaya. Kedua, adanya pembantaian ratusan ekor buaya oleh warga. "Sudah ada lima saksi yang kami periksa. Terkait dengan hewannya, kami sudah berkoordinasi dengan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) untuk melakukan penyelidikan," kata Dewa Made Sidang Sutrahna saat dihubungi, Senin (16/7/2018).

Peristiwa pembantaian buaya telah viral di media sosial. Menurut Kapolres, masyarakat umum, terutama netizen hanya mengetahui adanya pembantaian buaya tanpa tahu latar belakang kejadian tersebut. "Ini kan menjadi sorotan publik, kalau publik ini kan tidak melihat pokok persoalan dari fakta-fakta sebenarnya. Tahunya binatang dibantai. Tapi kan latar belakang, kronologisnya perlu kita jelaskan secara detail. Jangan sampai ada yang disalahkan," ujarnya.

Made menambahkan walaupun penangkaran buaya tersebut mengantongi izin, kepolisian tetap akan menelusuri dan mempertanyakan izin penangkaran tersebut yang dekat dengan pemukiman warga. "Kenapa membuat penangkaran dekat dengan kompleks warga. Namun izin itu sudah keluar, sudah ditandatangani BBKSDA juga iya, bupati juga iya. Kemudian kejadian ini spontanis warga yang emosi, sekitar 500 orang setelah pemakaman langsung lakukan pembantaian," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini bermula dari Sugito yang tewas dimangsa buaya pada Jumat (13/7/2018). Dia masuk ke wilayah penangkaran tanpa izin petugas yang sedang berjaga. Petugas baru mengetahui ada orang ketika korban menjerit. "Saat menjerit baru dia penjaga itu lari ke arah korban, ada yang ngarit (mencari rumput untuk ternak) di sebelah penangkaran," katanya.

Kepolisian juga akan menyelidiki apabila ditemukan unsur pidana dalam pengerusakan tempat penangkaran. Penyelidikan masih menunggu masa berkabung selesai. "Kami segera lakukan pemanggilan dan pemeriksaan pemeriksaan sebagai saksi. Karena situasinya ini lagi berkabung orang meninggal dunia, nanti kalau kita ambil, kontra produktif ini, namun kasus ini kita tetap tindak lanjuti," kata Made.

(amm)
Berita Terkait
40 Gajah Liar Berkeliaran...
40 Gajah Liar Berkeliaran di Lahan Pertanian Warga Pidie Aceh
Cek Aktivitas Warga...
Cek Aktivitas Warga di Malam Hari, Kapolda Papua Patroli dengan Berjalan Kaki
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
Kasus Rasial di Amerika...
Kasus Rasial di Amerika Jangan Dibawa ke Tanah Papua
Lulusan Terbaik SMA...
Lulusan Terbaik SMA di Amerika, Remaja dari Biak Ini Motivasi Anak Papua
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
8 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
9 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
10 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
11 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
11 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved