Mojokerto Darurat Bencana Kekeringan

Rabu, 11 Juli 2018 - 13:01 WIB
Mojokerto Darurat Bencana...
Mojokerto Darurat Bencana Kekeringan
A A A
MOJOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menetapkan status darurat bencana di sejumlah desa di Kecamatan Ngoro dan Dawarblandong. Penetapan status ini menyusul keringnya sejumlah sumber air di wilayah tersebut yang mengakibatkan krisis air bersih.Di Kecamatan Ngoro, warga harus rela membeli air bersih dengan harga yang cukup mahal lantaran pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto yang tak mencukupi.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, Bupati Mojokerto telah menetapkan status darurat bencana kekeringan setelah pihaknya mengajukan surat keputusan sejak tanggal 4 Juni lalu. Menurutnya, di musim kemarau seperti ini, sejumlah desa memang mengalami krisis air bersih.

”Seperti di Kecamatan Ngoro, warga kesulitan air bersih. Maka dari itu kita kirim bantuan air bersih tiga tangki setiap hari,” terang Zaini.

Beberapa desa yang ditetapkan sebagai wilayah darurat bencana kekeringan di antaranya Desa Kunjorowesi, Manduro Manggung Gajah, Kutogirang, Kecamatan Ngoro dan Desa Mandureso Kecamatan Dawar kategori. Di wilayah-wilayah tersebut, kata Zaini, pihaknya memberikan bantuan air bersih untuk meringankan beban masyarakat. ”Tapi di Dawarblandong sudah ada pipanisasi,” tambahnya.

Ditegaskannya, pihaknya juga mengalami kesulitan dropping air bersih di Desa Kunjorowesi yang lokasinya memang berada di lereng gunung dengan medan yang terjal. Di Desa Kunjorowesi, terdapat empat dusun yang harus mendapatkan bantuan air bersih.”Jadi, ada satu dusun yang dropping air bersihnya digabung dengan dusun lain. Memang di desa ini hanya ada tiga tandon air. Kondisi paling parah terjadi di Dusun Kandangan,” tukasnya.
Lebih jauh kata dia, setiap tandon air di Desa Kunjorowesi berkapasitas tampung 3.300 liter air bersih. Air bersih bantuan itu, tandas dia, hanya digunakan untuk keperluan air minum dan memasak. Sehingga, air tersebut tak direkomendasikan untuk mencuci dan mandi.

”Memang hanya untuk memasak dan air minum saja,” paparnya.
(rhs)
Berita Terkait
Ribuan Warga Lereng...
Ribuan Warga Lereng Gunung Penanggungan Mulai Krisis Air Bersih
Sudah 4 Bulan Warga...
Sudah 4 Bulan Warga di Lereng Timur Gunung Merapi Kesulitan Air Bersih
Awas Krisis Air Bersih!...
Awas Krisis Air Bersih! BNPB: Kekeringan Mulai Terasa di Jawa, Bali, Nusa Tenggara
Dilanda Kekeringan,...
Dilanda Kekeringan, Warga Gunungkidul Beli Air dari Jawa Tengah
2 Unit Mobil Tangki...
2 Unit Mobil Tangki Dikerahkan Polres Lombok Timur untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Gawat! Krisis Air Bersih...
Gawat! Krisis Air Bersih Landa 15 Kabupaten/Kota di Jabar sejak Januari hingga September
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
22 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
32 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Hebat Landa...
Kebakaran Hebat Landa Los Angeles, Biden Umumkan Bencana Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved