Ketua PDIP Kalbar Cornelis Kritisi Lembaga Survei

Sabtu, 30 Juni 2018 - 15:08 WIB
Ketua PDIP Kalbar Cornelis...
Ketua PDIP Kalbar Cornelis Kritisi Lembaga Survei
A A A
PONTIANAK - Merespons hasil hitung cepat atau quick count lembaga survei tentang hasil Pilgub Kalbar, Rabu, 27 Juni 2018, yang diklaim sebagai kemenangan hasil akademik, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Cornelis menyebut bahwa metode riset lembaga survei tersebut adalah metode riset yang paling lemah dalam konteks akademik.

"Metode survei baru bisa dikatakan bernilai akademik, bila data survei itu diintegrasikan dengan data observasi," ungkap Cornelis dalam keterangan pers di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalbar, Sabtu (30/6/2018).

Menurut Cornelis, dalam konteks Pilgub Kalbar, data observasi itu harus meliputi wilayah keseluruhan Kalbar. "Ada empat komponen alasan yang menyebabkan metode survei seringkali tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik," tuturnya.

Pertama, coverage error. Ini merujuk pada luasnya responden yang harus dicakup dalam survei. "Misalnya Pilkada Gubernur Kalbar ada sekitar 11.500 TPS. Tetapi survei untuk QC hanya menyurvei 350 TPS. Ini berarti kurang dari 5 persen populasi responden, maka jelas ini tidak bisa diterima secara akademik yang datanya solid," katanya.

Kedua
, sampling error. Ini merujuk pada sistem sample random yang seharusnya merata, bukan berpusat pada tempat tertentu yang akhirnya tidak mewakili responden yang luas.

"Apakah sistem random sample yang dibuat oleh kedua lembaga survei di atas benar-benar disebar? Atau hanya ambil sampel pada tempat-tempat tertentu saja? Kalau tidak mewakili semua wilayah dalam sistem randomnya, maka data yang dihasilkan itu manipulatif dan tidak bisa diterima secara akademik," jelasnya.

Ketiga, non response error. Ini, kata Cornelis, merujuk pada data tidak dikumpulkan mewakili semua responden yang sedang menjadi objek penelitian.

"Dari jumlah TPS yang jadi sampling responden sebanyak sekitar 350-an TPS, maka jelas error itu terjadi dan tidak bisa diterima secara akademik," tegasnya.

Keempat, measurement error. Ini merujuk pada motivasi peneliti dalam menafsirkan atau menggiring hasil survei terserah si peneliti. Dalam konteks Pilkada Gubernur Kalbar, jelas sekali bahwa kedua lembaga survei itu adalah konsultan politik lawan tandingnya, maka pengukuran hasil survei pasti bias demi kepentingan diri mereka sendiri.

"Sehingga hasilnya jelas merupakan kejahatan akademik. Jangankan bernilai akademik, ini survei kejahatan akademik," tegasnya.

Seperti diketahui, Pilgub Kalbar diikuti oleh tiga pasangan calon yakni Milton Crosby-Boyman Harun (nomor urut 1, diusung oleh Partai Gerindra dan PAN), Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot (nomor urut 2, diusung PDIP, Partai Demokrat, dan PKPI), serta Sutarmidji-Ria Norsan (nomor urut 3, diusung Partai Golkar, Partai NasDem, PKS, Partai Hanura, dan PKB).

Berdasarkan hasil hitung cepat LSI Denny JA dan Poltracking, pasangan nomor urut 3 Sutarmidji-Ria Norsan unggul atas dua pasangan lainnya yakni Karolin-Suryadman dan Milton-Boyman. Untuk diketahui, Karolin adalah Bupati Landak yang juga anak dari Cornelis.
(zik)
Berita Terkait
Maju di Pilgub Jakarta...
Maju di Pilgub Jakarta 2024 , Ridwan Kamil-Suswono Didukung 12 Partai
Cek Kesiapan Pasukan...
Cek Kesiapan Pasukan Brimob Kalbar, Waka Polda Bahas Pilkada Serentak 2020
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
Ahmad Johan Siap Pasang...
Ahmad Johan Siap Pasang Badan untuk Kemenangan Melki-Johni di Pilgub NTT
Visi-Misi Sama, Partai...
Visi-Misi Sama, Partai Emas Dukung Sugianto Sabran di Pilgub Kalteng
Senafas dalam Harapan,...
Senafas dalam Harapan, Partai Emas Dukung Sugianto-Edy di Pilgub Kalteng
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
57 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah, Puan Maharani...
Sejarah, Puan Maharani Menjadi Ketua DPR 2 Periode
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved