DKI Perluas Ganjil Genap untuk Maksimalkan Angkutan Umum
Selasa, 26 Juni 2018 - 02:36 WIB
DKI Perluas Ganjil Genap untuk Maksimalkan Angkutan Umum
A
A
A
JAKARTA - Uji coba perluasan pengendalian lalu lintas ganjil genap di sejumlah ruas jalan Arteri DKI Jakarta dilakukan pada 1 Juli mendatang. DKI berupaya pengendalian yang berlaku resmi pada perhelatan Asian Games itu menjadi momen memindahkan pengendara pribadi ke angkutan umum.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan, pada akhir Ramadhan lalu, pihaknya sudah melaksanakan survei jalur terakhir dari mulai terminal dua dan terminal tiga menuju ke athlete village. Kemudian, dari athlete village ada empat poin menuju ke Gelora Bung Karno, Gedung Pencak Silat Taman Mini, Pulomas dan Cibubur.
Survei terakhir tersebut menggunakan uji coba rekayasa lalu lintas pemanduan secara VIP artinya ada penutupan beberapa gerbang tol dan lane khusus untuk kendaraan-kendaraan tersebut. Sejauh ini KPI terpenuhi artinya 30 menit waktu yang disyaratkan oleh OCA sudah terpenuhi.
"Nah untuk yang DKI sendiri perluasan ganjil genap di jalan arteri pada minggu ketiga dan keempat Juni ini sosialisasi. Kemudian per 1 Juli sampai 31 Juli kita akan melaksanakan uji coba tersebut. Baru nanti di 1 Agustus efektif diperluas," kata Sigit di polda Metro Jaya, Senin, 25 Juni 2018 kemarin.
Sigit menjelaskan, perluasan ganji genap di jalan arteri hanya berlaku pada Asian Games. Namun, DKI ingin menjadikan momentum Asian Games dalam mengedukasi masyarakat untuk beralih ke public transport mengingat pada 2018 ini LRT Jakarta dan Bodebek sudah berjalan.
Adapun edukasi yang akan diberikan saat perluasan ganjil genap Asian Games diberlakukan, lanjut Sigit, yakni dengan memaksimalkan layanan angkutan umum yang ada berikut fasiltas pendukungnya. Seperti extend pembangunan shelter di depan Polda, dimana nantinya akan diperluas agar kapasitas penumpangnya bisa lebih banyak.
Kemudian, Sigit, pengembangan connection dengan stasiun kereta api juga dipercepat, termasuk penambahan lokasi parkir di gedung pemerintahan dan swasta. Sehingga, parki kendaraan bukan hanya dilakukan di park and ride yang telah disediakan. Menurutnya, hal ini masih dalam proses pembahasan.
"Tujuan utamanya memang menempuh KPI 30 menit jarak tempuh dan menurunkan kualitas udara. Tapi kita ingin ini jadi momentum pemindahan pengendara pribadi ke transportasi publik. Berapapun jumlah transjakarta bisa disediakan. Kita tidak bisa menyebut menambah jumlah berapa, kita lihat dari load factor. Intinya bagaimana masyarakat terlayani dengan baik. Tidak ada penumpukan dan hal-hal yang menyengsarakan penumpang," tegasnya.
Pemberlakuan ganjil genap Asian Games sendiri berlaku mulai pukul 06.00-21.00 WIB dari Senin sampai Minggu. Untuk itu, sosialisasi uji coba diberlakukan dengan waktu yang cukup panjang.
"Jalur alternatif disiapkan. adanya layanan terhadap masyarakat untuk tetap beraktivitas maka penambahan baik itu jumlah armada maupun rute transjakarta juga kita mungkinkan," ujarnya.
Pengamat transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto menilai sulit rasanya DKI menjadikan momentum perluasan ganjil genap untuk memindahkan pengendara pribadi ke angkutan umum. Menurutnya, sistem ganjil genap bukanlah kebijakan yang mengarah kepada pemindahan kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Meskipun dilakukan denda maksimal, sistem ganjil genap hanyalah kebijakan memindahkan kemacetan dari jalan protokol ke jalan alternatif. Apalagi kondisi angkutan umum saat ini belum diminati.
"Fokus ganjil genap hanyalah pemindahan rute kemacetan ketika denda diberlakukan. Kebijakan itu memang bukan ke arah pengurai kemacetan dengan memindahkan kendaraan pribadi ke angkutan umum," ucapnya.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan, pada akhir Ramadhan lalu, pihaknya sudah melaksanakan survei jalur terakhir dari mulai terminal dua dan terminal tiga menuju ke athlete village. Kemudian, dari athlete village ada empat poin menuju ke Gelora Bung Karno, Gedung Pencak Silat Taman Mini, Pulomas dan Cibubur.
Survei terakhir tersebut menggunakan uji coba rekayasa lalu lintas pemanduan secara VIP artinya ada penutupan beberapa gerbang tol dan lane khusus untuk kendaraan-kendaraan tersebut. Sejauh ini KPI terpenuhi artinya 30 menit waktu yang disyaratkan oleh OCA sudah terpenuhi.
"Nah untuk yang DKI sendiri perluasan ganjil genap di jalan arteri pada minggu ketiga dan keempat Juni ini sosialisasi. Kemudian per 1 Juli sampai 31 Juli kita akan melaksanakan uji coba tersebut. Baru nanti di 1 Agustus efektif diperluas," kata Sigit di polda Metro Jaya, Senin, 25 Juni 2018 kemarin.
Sigit menjelaskan, perluasan ganji genap di jalan arteri hanya berlaku pada Asian Games. Namun, DKI ingin menjadikan momentum Asian Games dalam mengedukasi masyarakat untuk beralih ke public transport mengingat pada 2018 ini LRT Jakarta dan Bodebek sudah berjalan.
Adapun edukasi yang akan diberikan saat perluasan ganjil genap Asian Games diberlakukan, lanjut Sigit, yakni dengan memaksimalkan layanan angkutan umum yang ada berikut fasiltas pendukungnya. Seperti extend pembangunan shelter di depan Polda, dimana nantinya akan diperluas agar kapasitas penumpangnya bisa lebih banyak.
Kemudian, Sigit, pengembangan connection dengan stasiun kereta api juga dipercepat, termasuk penambahan lokasi parkir di gedung pemerintahan dan swasta. Sehingga, parki kendaraan bukan hanya dilakukan di park and ride yang telah disediakan. Menurutnya, hal ini masih dalam proses pembahasan.
"Tujuan utamanya memang menempuh KPI 30 menit jarak tempuh dan menurunkan kualitas udara. Tapi kita ingin ini jadi momentum pemindahan pengendara pribadi ke transportasi publik. Berapapun jumlah transjakarta bisa disediakan. Kita tidak bisa menyebut menambah jumlah berapa, kita lihat dari load factor. Intinya bagaimana masyarakat terlayani dengan baik. Tidak ada penumpukan dan hal-hal yang menyengsarakan penumpang," tegasnya.
Pemberlakuan ganjil genap Asian Games sendiri berlaku mulai pukul 06.00-21.00 WIB dari Senin sampai Minggu. Untuk itu, sosialisasi uji coba diberlakukan dengan waktu yang cukup panjang.
"Jalur alternatif disiapkan. adanya layanan terhadap masyarakat untuk tetap beraktivitas maka penambahan baik itu jumlah armada maupun rute transjakarta juga kita mungkinkan," ujarnya.
Pengamat transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto menilai sulit rasanya DKI menjadikan momentum perluasan ganjil genap untuk memindahkan pengendara pribadi ke angkutan umum. Menurutnya, sistem ganjil genap bukanlah kebijakan yang mengarah kepada pemindahan kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Meskipun dilakukan denda maksimal, sistem ganjil genap hanyalah kebijakan memindahkan kemacetan dari jalan protokol ke jalan alternatif. Apalagi kondisi angkutan umum saat ini belum diminati.
"Fokus ganjil genap hanyalah pemindahan rute kemacetan ketika denda diberlakukan. Kebijakan itu memang bukan ke arah pengurai kemacetan dengan memindahkan kendaraan pribadi ke angkutan umum," ucapnya.
(whb)