Warga Kali Manggis Minta Pemkab Temanggung Segera Salurkan Bantuan Air Bersih

Minggu, 24 Juni 2018 - 13:46 WIB
Warga Kali Manggis Minta...
Warga Kali Manggis Minta Pemkab Temanggung Segera Salurkan Bantuan Air Bersih
A A A
TEMANGGUNG - Warga Desa Kali Manggis, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temangggung, Jawa Tengah sejak tiga bulan lalu mengalami krisis air bersih. Mereka sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung dan pihak lain lantaran kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih, mereka harus ngangsu (mengambil air) di sumber air yang belum mengering yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Semarang. Itu pun harus antre sejak pagi hari.

Apabila membutuhkan air bersih dalam waktu cepat, warga terpaksa harus membeli air di daerah Kaloran dengan harga Rp15.000 per jeriken kapasitas 20 liter atau Rp300.000 per tangki kapasitas 5.000 liter.

"Kondisi ini (kesulitan air bersih) sudah berlangsung selama tiga bulan. Setiap hari, saya harus bolak-balik ngangsu air ke sumber air paling tidak 10 jeriken. Warga minta Pemkab Temanggung segera menyalurkan bantuan air bersih," kata Warsiti (39), warga Kali Manggis, Minggu (24/6/2018).

Warga juga berharap, Pemkab Temanggung bisa memberikan solusi kepada warga untuk mengatasi krisis air bersih setiap musim kemarau seperti membuat sumur dalam dan tempat penampungan air bersih.
Warga Kali Manggis Minta Pemkab Temanggung Segera Salurkan Bantuan Air Bersih
Warga lain, Darmi (43) menuturkan, selama musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk ngangsu atau membeli air bersih yang jaraknya cukup jauh dari rumah.

"Tempat untuk ngangsu air atau membeli air cukup jauh. Agar cepat, ngangsu air pakai motor. Itu membutuhkan biaya untuk membeli BBM (bahan bakar minyak)," ucapnya.

Tak hanya itu, selama krisis air bersih, warga juga harus menghemat pemakaian air. Mereka hanya menggunakan air untuk minum, memasak, dan mencuci piring. "Mandi dan mencuci baju saya lakukan di sungai. Ini untuk menghemat air bersih," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Warga Bontoa Jalan Puluhan...
Warga Bontoa Jalan Puluhan Kilometer untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Karawang Mulai Kekeringan,...
Karawang Mulai Kekeringan, BPBD Pasok Air Bersih hingga Tengah Malam
Menteri Siti Nurbaya...
Menteri Siti Nurbaya Ingatkan Pentingnya Kebijakan Water Balance
Lahan Pertanian Alami...
Lahan Pertanian Alami Kekeringan, Petani di Aceh Terancam Gagal Panen
Atasi Kekeringan, Pemkab...
Atasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Bakal Pasang Pipa dan Buat Sumur
El Nino Meningkat Lebih...
El Nino Meningkat Lebih 50%, Potensi Kekeringan Makin Nyata
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
3 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
4 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
6 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
6 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
6 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
6 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved