Brotherhood Tanggapi Isu Perpecahan di Indonesia
Kamis, 14 Juni 2018 - 12:42 WIB
Brotherhood Tanggapi Isu Perpecahan di Indonesia
A
A
A
Club (BBMC) Indonesia menanggapi isu perpecahan di Tanah Air yang belakangan santer dibicarakan. Klub motor ternama dan tertua di Indonesia itu berharap, masyarakat Indonesia mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dalam menyikapi isu tersebut.
El Presidente BBMC Indonesia Pegi Diar mengatakan, sejak berdiri 30 tahun silam, BBMC Indonesia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Hal itu pulalah yang membuat BBMC berdiri hingga saat ini.
"Isu SARA atau apapun itu, adalah masalah bagi bangsa. Kami pun selalu berteriak agar menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, tidak hanya bagi anggota kami, melainkan juga kepada masyarakat luas," ujar Pegi di sela-sela perayaan Hari Jadi ke-30 BBMC Indonesia di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, Bandung, Rabu (13/6/2018) malam.
Menurut Pegi, ketika semua masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, pihaknya yakin isu perpecahan akan mati dengan sendirinya.
"Ketika kita sudah menjunjung tinggi rasa persaudaraan di atas segalanya, tidak akan ada aksi-aksi yang membawa isu perpecahan, seperti di Jakarta beberapa waktu lalu atau bahkan kejadian Poso sekalipun," sebutnya.
Pegi juga mengatakan, pada dasarnya, masyarakat Indonesia memang berbeda-beda. Namun, Indonesia pun sejak lama menjunjung tinggi semboyan Bhineka Tunggal Ika. Meskipun berbeda-beda, kata Pegi, namun masyarakat Indonesia tetap bersatu.
"Sama halnya dalam agama, antara Adam dan Hawa. Kita awalnya saudara, kenapa sekarang harus berbeda-beda," tegasnya seraya mengatakan, BBMC selalu berpedoman bahwa benteng pertahanan terkuat NKRI adalah persaudaraan.
Pegi melanjutkan, dalam perayaan Hari Jadi BBMC Indonesia ini, pihaknya pun terus menggaungkan nilai-nilai persaudaraan di antara anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Perayaan Hari Jadi yang mengangkat tema "Black Day" itu menjadi ajang renungan tentang apa saja yang sudah dilakukan BBMC Indonesia selama 30 tahun berdiri.
"Black Day adalah tentang renungan, renungan apa yang kita telah lakukan selama 30 tahun bersama Bikers Brotherhood Motorcycle Club 1% Indonesia," katanya.
Disebutkan Pegi, selama 30 tahun berdiri, sudah banyak program yang telah dilakukan BBMC Indonesia yang mengacu pada progtam besar BBMC Bakti Untuk Negeri Menuju 100 Tahun BBMC. Dalam program besar tersebut, kata Pegi, terselip sejumlah program yang berkaitan dengan pendidikan, lingkungan, hingga membangun karakter dan perlindungan terhadap anak-anak.
"Program kecil ini kami beri nama BBMC for Nature, BBMC for Children dan banyak lagi program lain," paparnya seraya mengatakan, lewat program-program itupun, pihaknya ingin mengikis stigma negatif terhadap klub motor.
El Presidente BBMC Indonesia Pegi Diar mengatakan, sejak berdiri 30 tahun silam, BBMC Indonesia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Hal itu pulalah yang membuat BBMC berdiri hingga saat ini.
"Isu SARA atau apapun itu, adalah masalah bagi bangsa. Kami pun selalu berteriak agar menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, tidak hanya bagi anggota kami, melainkan juga kepada masyarakat luas," ujar Pegi di sela-sela perayaan Hari Jadi ke-30 BBMC Indonesia di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, Bandung, Rabu (13/6/2018) malam.
Menurut Pegi, ketika semua masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, pihaknya yakin isu perpecahan akan mati dengan sendirinya.
"Ketika kita sudah menjunjung tinggi rasa persaudaraan di atas segalanya, tidak akan ada aksi-aksi yang membawa isu perpecahan, seperti di Jakarta beberapa waktu lalu atau bahkan kejadian Poso sekalipun," sebutnya.
Pegi juga mengatakan, pada dasarnya, masyarakat Indonesia memang berbeda-beda. Namun, Indonesia pun sejak lama menjunjung tinggi semboyan Bhineka Tunggal Ika. Meskipun berbeda-beda, kata Pegi, namun masyarakat Indonesia tetap bersatu.
"Sama halnya dalam agama, antara Adam dan Hawa. Kita awalnya saudara, kenapa sekarang harus berbeda-beda," tegasnya seraya mengatakan, BBMC selalu berpedoman bahwa benteng pertahanan terkuat NKRI adalah persaudaraan.
Pegi melanjutkan, dalam perayaan Hari Jadi BBMC Indonesia ini, pihaknya pun terus menggaungkan nilai-nilai persaudaraan di antara anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Perayaan Hari Jadi yang mengangkat tema "Black Day" itu menjadi ajang renungan tentang apa saja yang sudah dilakukan BBMC Indonesia selama 30 tahun berdiri.
"Black Day adalah tentang renungan, renungan apa yang kita telah lakukan selama 30 tahun bersama Bikers Brotherhood Motorcycle Club 1% Indonesia," katanya.
Disebutkan Pegi, selama 30 tahun berdiri, sudah banyak program yang telah dilakukan BBMC Indonesia yang mengacu pada progtam besar BBMC Bakti Untuk Negeri Menuju 100 Tahun BBMC. Dalam program besar tersebut, kata Pegi, terselip sejumlah program yang berkaitan dengan pendidikan, lingkungan, hingga membangun karakter dan perlindungan terhadap anak-anak.
"Program kecil ini kami beri nama BBMC for Nature, BBMC for Children dan banyak lagi program lain," paparnya seraya mengatakan, lewat program-program itupun, pihaknya ingin mengikis stigma negatif terhadap klub motor.
(don)