Sering Tak Sesuai Fungsi, Penataan Trotoar DKI Dikritik

Sabtu, 02 Juni 2018 - 09:35 WIB
Sering Tak Sesuai Fungsi,...
Sering Tak Sesuai Fungsi, Penataan Trotoar DKI Dikritik
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menata trotoar di wilayahnya. Kurangnya kordinasi antar instansi menjadi kendala dalam mewujudkan upaya penataan trotoar.

Berdasarkan data yang dihimpun, Penataan trotoar yang dilakukan dengan pelebaran dan perbaikan drainase serta utilitas telah dilakukan sejak 2016 di lima wilayah ibu kota. Saat ini penataan menyentuh jantung ibu kota sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin guna menyambut perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.

Sayang, trotoar yang sudah selesai ditata malah tidak berfungsi dengan baik. Selain diokupasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan dilintasi kendaraan atau dijadikan tempat parkir, trotoar yang lebarnya hampir sekitar satu badan jalan itu di antaranya ada yang kembali dibongkar untuk perbaikan utilitas. Bahkan, baru-baru ini ada pohon imitasi yang terpasang di atas trotoar Jalan Merdeka Barat-Thamrin yang viral lantaran keberadaannya mengganggu pejalan kaki.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan, pemasangan pohon imitasi menunjukkan ketidakadaan koordinasi antarinstansi, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Dinas terkait. Artinya, DKI tidak memiliki konsep penataan trotoar yang sesuai fungsinya.

"Sebaiknya trotoar yang sudah diperlebar ataupun yang belum dikembalikan dan diutamakan untuk sirkulasi pejalan kaki dengan nyaman dan lancar. Bahkan tidak hanya lampu hias saja, fasilitas lain yang mengganggu dan membahayakan pejalan kaki juga harus ditertibkan," kata Nirwono, Sabtu (2/6/2018).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal membantah penataan trotoar yang tengah dilakukan tidak memiliki konsep. Menurutnya, penataan trotoar saat ini, khususnya trotoar Sudirman-Thamrin menerapkan konsep resizing atau ukuran jalan yang disesuaikan dengan konteks kekinian.

"Pelebaran trotoar dibarengi dengan penataan drainase yang kanan-kirinya untuk utilitas. Setiap jarak 20 meter, kita buatkan manhole agar dalam perbaikan atau pemasangan utilitas tidak lagi membongkar jalan. Manhole juga kita buat di badan jalan lantaran lebar trotoar tidak memungkinkan," jelasnya.

Terkait efektifitas trotoar, kata Yusmada, harus dibarengi dengan pembinaan PKL dan peningkatan layanan angkutan umum berikut dengan fasilitas pendukungnya. "Kalau pohon imitasi di Jalan Merdeka Barat bukan milik Dinas Bina Marga," ungkapnya.
(amm)
Berita Terkait
Inilah 4 Jalan Terlebar...
Inilah 4 Jalan Terlebar di Jakarta, Gatot Subroto Lintasi 9 Kelurahan
Jalan Beda Tinggi di...
Jalan Beda Tinggi di Penjaringan, Pemprov Jakarta Janji Bereskan jika Pengembang Ogah Perbaiki
Percantik Pedestrian,...
Percantik Pedestrian, Pemprov DKI Bakal Tata Trotoar di 10 Jalan Ini
Top! Belum Sehari, Flyover...
Top! Belum Sehari, Flyover Rasuna Said yang Ambles Langsung Tuntas Dibenahi
Tergerus Hujan, 2.394...
Tergerus Hujan, 2.394 Jalan Rusak di Jakarta Timur Diperbaiki
Pemprov DKI Tengah Rampungkan...
Pemprov DKI Tengah Rampungkan Administrasi untuk Buka Trotoar Depan Kedubes AS
Berita Terkini
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
25 menit yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
10 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved