Merapi Erupsi Lagi, Warga Sleman Berhamburan Keluar Rumah
Jum'at, 01 Juni 2018 - 10:13 WIB
Merapi Erupsi Lagi, Warga Sleman Berhamburan Keluar Rumah
A
A
A
SLEMAN - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, kembali erupsi, Jumat (1/6/2018) pukul 08.20 WIB. Letusan berdurasi selama 2 menit dengan tinggi kolom 6.000 meter ke arah barat laut membuat warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi berhamburan keluar rumah. "Ya suara gemuruh terdengar jelas," kata warga Purwomartani, Kalasan, Sleman, Wahyu,39.
Sebagian besar warga Purwomartani langsung keluar rumah begitu mendengar suara gemuruh untuk melihat ke arah Gunung Merapi. Namun karena tertutup asap yang cukup besar menyebabkan Gunung Merapi tidak terlihat, yang nampak gulungan awan erupsi. "Merapi tertutup awan yang mengulung dan semakin tinggi mengangkasa," paparnya.
Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan untuk status aktivitas Merapi pada saat ini WASPADA (Level 2). Pihaknya merekomendasikan radius 3 km dari puncak dikosongkan dari aktivitas penduduk. Warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diharap tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.
"Namun masyarakat tidak perlu panik dan tetap beraktivitas seperti biasa sambil tetap waspada," ujarnya.
Sebagian besar warga Purwomartani langsung keluar rumah begitu mendengar suara gemuruh untuk melihat ke arah Gunung Merapi. Namun karena tertutup asap yang cukup besar menyebabkan Gunung Merapi tidak terlihat, yang nampak gulungan awan erupsi. "Merapi tertutup awan yang mengulung dan semakin tinggi mengangkasa," paparnya.
Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan untuk status aktivitas Merapi pada saat ini WASPADA (Level 2). Pihaknya merekomendasikan radius 3 km dari puncak dikosongkan dari aktivitas penduduk. Warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diharap tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.
"Namun masyarakat tidak perlu panik dan tetap beraktivitas seperti biasa sambil tetap waspada," ujarnya.
(vhs)