Saung Agung, Kerajaan Terakhir yang Ditaklukkan Cirebon

Jum'at, 25 Mei 2018 - 05:00 WIB
Saung Agung, Kerajaan...
Saung Agung, Kerajaan Terakhir yang Ditaklukkan Cirebon
A A A
Wanayasa, sebuah kecamatan yang berada di sebelah timur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyimpan segudang cerita dan peristiwa bersejarah termasuk keberadaan Kerajaan Saung Agung.

Meskipun tidak terlalu banyak data mengenai eksistensinya di masa lalu, Wanayasa yang terletak di lereng Gunung Burangrang menjadi saksi bisu terhadap berbagai momentum penting sejak zaman purba. Hal ini didasarkan kepada sumber-sumber tertulis di luar Wanayasa, yakni dua naskah kuno Carita Parahyangan dan Bujangga Manik. Satu lagi adalah Carita Parahyangan yang bersumber pada Naskah Pangeran Wangsakertadari Cirebon. Secara tersirat didukung pula oleh beberapa buku dan catatan yang menuturkan kisah seputar masa itu.

Salah seorang sejarawan yang juga budayawan Wanayasa, Budi Tahayu Tamsah mengatakan, pada masa-masa akhir Kerajaan Sunda abad ke-16, di daerah Wanayasa sekarang diduga terdapat kerajaan bernama Saung Agung, dengan rajanya Ratu Hyang Banaspati.

Secara etimologis, 'banaspati' mengandung arti 'pohon' atau 'ratu siluman di hutan'. Sedangkan kata 'hyang' mengandung arti 'sesuatu yang gaib' atau 'dewa'.

"Pendapat lain mengatakan Ratu Hyang atau Rahyang adalah tingkatan gelar dalam tatanan konsep kehidupan kepercayaan Sunda lama, yang setingkat lebih tinggi dari Datu Hiang atau Dahyang," ungkap Budi.

Ratu Hyang atau Rahyang setingkat lebih rendah dari Sanghyang. Diduga kuat, Ratu Hyang Banaspati merupakan gelar kehormatan, mungkin karena ketinggian ilmunya, bagi seorang raja dari sebuah kerajaan yang dikelilingi oleh hutan bernama Saung Agung. Yang jelas, hutan tersebut berada di kawasan atau kaki Gunung Burangrang, bukan di tempat lain. Hal ini karena pada bagian lain catatannya Bujangga Manik menyebutkan, Gunung Burangrang sebagai tanggeran (ciri tapal batas) wilayah Saung Agung.

Noorduyns, peneliti naskah kuno dari Belanda, mengidentifikasi Saung Agung berada di daerah Wanayasa sekarang. Carita Parahyangan menyebutkan, bahwa Saung Agung termasuk salah satu kerajaan wilayah yang menentang Prabu Surawisesa, penguasa Kerajaan Sunda saat itu, pengganti Prabu Jayadewata. Beberapa ahli mengidentifikasi Prabu Jayadewata ini sebagai Prabu Siliwangi.

Perlawanan Ratu Hyang Banaspati bersama 15 ratu wilayah Kerajaan Sunda lainnya, bermula dari ketidaksetujuannya atas upaya persetujuan yang dilakukan Prabu Jayadewata dengan Portugis. Artinya, Kerajaan Saung Agung sudah ada pada masa Prabu Jayadewata atau Prabu Siliwangi. Memang pada akhirnya Ratu Hyang Banaspati bersama dengan ke-15 ratu kerajaan wilayah lainnya dapat ditundukkan oleh Prabu Surawisesa.

"Tapi itu tidak berarti saat itu Kerajaan Saung Agung lenyap sama sekali. Pasalnya, setelah peristiwa tersebut didapat keterangan Kerajaan Saung merupakan kerajaan wilayah Tatar Sunda yang terakhir ditundukkan oleh Kerajaan Cirebon, kemudian namanya diganti menjadi Wanayasa sebagai reduplikasi dari nama daerah yang terdapat di Cirebon," jelasnya.

Penaklukan oleh Cirebon tidak semata-mata untuk menguasai apalagi menghancurleburkan suatu kerajaan atau wilayah. Namun juga sebagai bagian dari upaya untuk menyebarkan agama Islam. Bukan tidak mungkin pada saat itu sebagian penduduk Saung Agung sudah ada yang menganut agama Islam. Sebab, pada saat yang bersamaan di Sagalaherang sudah ada tokoh penyebar agama Islam dari Kerajaan Talaga, yakni Aria Wangsa Goparana. Sedangkan Kerajaan Talaga dapat ditaklukkan Cirebon serta sudah menjadi bagian wilayah Cirebon sekitar tahun 1630-an.

Diduga kuat penduduk Wanayasa yang berasal dari masa Kerajaan Saung Agung ini masih ada. Secara samar-samar jejaknya memang ada. Misalnya saja dengan adanya petilasan Batu Kasur di Cibeber (Kiarapedes), yang menurut keterangan masyarakat setempat dahulu adalah tempat pemujaan. Selain itu, juga ditemukan arca Nandi di sekitar Sungai Cilamaya.

Tempat penemuan arca Nandi secara administratif sekarang masuk ke wilayah Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Namun, jika melihat letak geografisnya, diduga daerah tersebut dahulu merupakan bagian, paling tidak bersinggungan, dengan Kerajaan Saung Agung.
(zik)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
6 menit yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
1 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
1 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
3 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
3 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved