Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi Magmatis

Kamis, 24 Mei 2018 - 10:49 WIB
Gunung Merapi Memasuki...
Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi Magmatis
A A A
YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali erupsi pada pukul 02.55 WIB. Selain menunjukkan asap dengan ketinggian 6 ribu meter dan suara gemuruh juga disertai pijar berwarna merah yang menunjukkan Gunung Merapi mulai memasuki erupsi magmatis.

Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, dalam erupsi yang terjadi dini hari tadi juga disertai gemuruh dan pijar yang disertai gas vulkanik dari magma. Kondisi ini lanjutnya, juga menunjukkan terjadi deflasi magmatis sehingga erupsi yang terjadi bukan lagi freatik namun magmatis.

"Jadi Merapi mulai memasuki proses erupsi magmatis," jelasnya saat konferensi pers di Kantor BPPTKG Yogyakarta, Kamis (24/5/2018).

Dia menjelaskan, keluarnya gas vulkanik dalam erupsi tersebut juga menunjukkan mulai terjadi deflasi atau pengempisan magma. Kendati demikian BPPTKG masih belum bisa mengetahui kondisi magma Merapi.

"Jadi erupsi magmatis tidak selalu identik erupsi besar. Beberapa kasus Merapi dan gunung lain juga terjadi erupsi magmatis, namun tidak besar," ujarnya.

Dia berharap masyarakat tetap tenang dan selalu waspada. Pihaknya masih menyatakan Merapi pada level Waspada.

"Yang terpenting memang jarak 3 km harus bebas aktivitas warga. Warga juga mengenakan masker saat beraktivitas," ucap Hanik.

Sebelumnya, pada tanggal 23 Mei 2018, dari pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB terjadi dua kali letusan di Gunung Merapi. Letusan pertama terjadi pada pukul 03.31 WIB yang berdasarkan rekaman seismik dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah dan Kaliurang, letusan ini memiliki durasi 4 menit dan amplitude maksimum 55 mm. Secara visual terlihat tinggi kolom letusan 2.000 m mengarah ke Barat Daya.

Kemudian letusan kedua terjadi pada pukul 13.49 WIB. Rekaman seismik mencatat amplitude maksimum letusan 70 mm dengan durasi 2 menit. Suara gemuruh terdengar dari Pos PGM Babadan namun demikian kolom letusan tidak teramati dari semua Pos PGM karena adanya kabut sepanjang hari yang menghalangi pantauan visual.
(zik)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
25 menit yang lalu
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
54 menit yang lalu
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
2 jam yang lalu
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
3 jam yang lalu
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
3 jam yang lalu
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved