Anak Bomber Mapolrestabes Surabaya Suka Kucing dan Beli Mi Instan

Selasa, 15 Mei 2018 - 00:38 WIB
Anak Bomber Mapolrestabes...
Anak Bomber Mapolrestabes Surabaya Suka Kucing dan Beli Mi Instan
A A A
SURABAYA - Di balik radikalisme yang ditanamkan orang tuanya, ternyata anak-anak pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Surabaya punya kebiasaan layaknya anak-anak. A dan D anak dari keluarga pasangan suami istri Tri Murtono dan Tri Ernawati, suka dengan kucing anggora dan kerap membeli mi instan.

Rumah kontrakan yang ditempati keluarga ini di Jalan Tambak Medokan Ayu Gang VI, Surabaya, Jawa Timur, sejak Senin, 14 Mei 2018 pukul 19.00 WIB mendadak ramai. Puluhan personel kepolisian mendatangi rumah bercat oranye dengan pagar hitam tersebut untuk melakukan penggeledahan.

Di dalam rumah, hanya terlihat seekor kucing anggora warna putih dengan ekor. Kucing tersebut merupakan peliharaan dari A salah satu bocah yang diajak orang tuanya untuk melakukan aksi bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

A hingga kini masih menjalani perawatan di RS akibat luka-luka dari serpihan bom tersebut. Salah seorang tetangga pelaku, Sri Muji Rahayu mengatakan, sebelum pergi bersama orang tuanya melakukan aksi bom bunuh diri, A menyempatkan memandikan kucing anggora.

Sri melanjutkan, kakak A yakni, DA juga punya kebiasaan membeli mi instan setiap pulang sekolah di warung miliknya.“Biasanya kalau pulang sekolah membeli mi instan. Terus masuk rumah. Sudah tidak pernah keluar lagi,” kata Sri Muji Rahayu.

Ketua RW 02 Mendokan Hamim menambahkan, setiap sore A kerap bersepda mengilingi jalan kompleks perumahan."A ini selalu senyum kepada warga lain yang kebetulan berpapasan,” ujar Hamim.

Sementara itu pemilk rumah, Sugeng Budi (36) mengatakan, rumah tersebut dikontrak pasangan suami istri itu sejak Februari 2018 lalu.
"Mereka mengontrak rumah setelah melihat iklan di salah satu situs jual beli online seharga Rp16 juta per tahun," ujarnya.

Ketua RT VIII RW II Tambak Medokan Ayu, Suwito menuturkan, setiap malam di depan rumah kontrakan bomber Polrestabes Surabaya ada warga yang berjaga kampung secara bergiliran setiap malam.

“Bayangkan setiap malam ada warga jaga di depan rumahnya. Ini namanya kami kecolongan. Padahal kami sudah curiga, hanya terlambat,” ucapnya.

Atas kejadian ini, Suwito berpesan agar semua warga hati-hati dengan warga pendatang yang sifatnya tertutup. Harus lebih detail melakukan komunikasi. Sehingga tidak sampai kecolongan.
(whb)
Berita Terkait
Momen Haru Anak Polisi...
Momen Haru Anak Polisi Korban Bom Surabaya Lolos Jadi Polwan
Ledakan Keras di Mako...
Ledakan Keras di Mako Brimob Polda Jatim, Tak Ada Korban Jiwa
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Teror Bom Molotov di...
Teror Bom Molotov di Aceh Barat
100 Sekolah Ditutup...
100 Sekolah Ditutup dan Ribuan Siswa Sudah Dievakuasi, Ternyata Ancaman Bomnya Palsu
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
32 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
4 Hal Perlu Diperhatikan...
4 Hal Perlu Diperhatikan Penderita Asam Urat saat Makan Mi Instan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved