Perjuangan Gadis Asal Kudus Ikuti SBMPTN di Undip Semarang
Selasa, 08 Mei 2018 - 13:09 WIB
Perjuangan Gadis Asal Kudus Ikuti SBMPTN di Undip Semarang
A
A
A
SEMARANG - Kuntum Latifaturrosidah harus harus menempuh perjuangan cukup berat untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Selain perjalanan jauh dengan sepeda motor, dia yang ditemani kakaknya, Nurul Fadalillah, juga terpaksa menginap di rumah saudara.
"Yang ikut SBMPTN sebenarnya adik saya. Saya hanya mengantar. Kami kan aslinya Jekulo, Kudus Jadi kalau harus naik motor dari rumah pagi-pagi langsung ke lokasi Undip kan jauh banget, makanya kami menginap dulu di tempat saudara," kata Nurul Fadalillah, di sela menunggu adiknya mengikuti ujian, Selasa (8/5/2018).
Gadis manis berkerudung itu menuturkan, perjalanan dari Kudus ke Semarang cukup menguras energi. Mereka berdua harus menembus padatnya lalu lintas serta kemacetan di sepanjang jalan pantura. Lelah itu cukup terobati, ketika sampai di rumah saudara daerah Bangetayu, Genuk.
Menghadapi ujian, cukup membuat adiknya Kuntum Latifaturrosidah gugup. Meski lelah perjalanan dan bisa merebahkan diri di kasur, namun tak segera membuatnya terlelap hingga tengah malam. Mereka baru tidur menjelang pagi, dan harus segera bangun agar tak terlambat ke lokasi ujian.
"Dari Bangetayu ke sini (Kampus Undip Tembalang) sekitar satu jam perjalanan. Untung tidak macet, karena kami berangkat pagi-pagi. Kampus sini kan daerah atas, sementara lokasi kami menginap di Bangetayu ada di Semarang bawah," jelasnya.
Nurul mengatakan, adiknya selama ini telah mempersiapkan diri untuk mengikuti SBMPTN. Meski menjalani SBMPTN di Undip, adiknya itu memilih jurusan Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai pilihan pertama dan jurusan Akuntasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sebagai pilihan kedua.
"Semoga saja lolos. Kalau persiapan ya sudah cukup matang. Dulu waktu sekolah di SMA Bae Kudus juga sering ikut latihan soal, kemudian juga ikut bimbingan belajar. Doakan ya semoga lolos," katanya sambil beranjak ke pintu menyambut adiknya yang baru keluar dari lokasi ujian.
"Yang ikut SBMPTN sebenarnya adik saya. Saya hanya mengantar. Kami kan aslinya Jekulo, Kudus Jadi kalau harus naik motor dari rumah pagi-pagi langsung ke lokasi Undip kan jauh banget, makanya kami menginap dulu di tempat saudara," kata Nurul Fadalillah, di sela menunggu adiknya mengikuti ujian, Selasa (8/5/2018).
Gadis manis berkerudung itu menuturkan, perjalanan dari Kudus ke Semarang cukup menguras energi. Mereka berdua harus menembus padatnya lalu lintas serta kemacetan di sepanjang jalan pantura. Lelah itu cukup terobati, ketika sampai di rumah saudara daerah Bangetayu, Genuk.
Menghadapi ujian, cukup membuat adiknya Kuntum Latifaturrosidah gugup. Meski lelah perjalanan dan bisa merebahkan diri di kasur, namun tak segera membuatnya terlelap hingga tengah malam. Mereka baru tidur menjelang pagi, dan harus segera bangun agar tak terlambat ke lokasi ujian.
"Dari Bangetayu ke sini (Kampus Undip Tembalang) sekitar satu jam perjalanan. Untung tidak macet, karena kami berangkat pagi-pagi. Kampus sini kan daerah atas, sementara lokasi kami menginap di Bangetayu ada di Semarang bawah," jelasnya.
Nurul mengatakan, adiknya selama ini telah mempersiapkan diri untuk mengikuti SBMPTN. Meski menjalani SBMPTN di Undip, adiknya itu memilih jurusan Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai pilihan pertama dan jurusan Akuntasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sebagai pilihan kedua.
"Semoga saja lolos. Kalau persiapan ya sudah cukup matang. Dulu waktu sekolah di SMA Bae Kudus juga sering ikut latihan soal, kemudian juga ikut bimbingan belajar. Doakan ya semoga lolos," katanya sambil beranjak ke pintu menyambut adiknya yang baru keluar dari lokasi ujian.
(zik)