LRT Jakarta Bakal Diuji Coba Statis Bulan Ini
Selasa, 08 Mei 2018 - 00:15 WIB
LRT Jakarta Bakal Diuji Coba Statis Bulan Ini
A
A
A
JAKARTA - PT Jakarta Propertindo berencana melakukan uji coba Light Rapid Transit (LRT) pada bulan ini. PT Jakarta Propertindo berharap Agustus 2018 mendatang, LRT telah siap beroperasi.
Project Director, LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, uji coba statis berupa pengecekan komponen bakal dilakukan bulan ini.
"Setelah itu, bulan depan akan dilakukan pengecekan dinamis sampai Juli, sehingga Agustus sudah bisa dipergunakan untuk publik,” kata Allan usai menghadiri Focus Group Discussion di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, Senin (7/5/2018).
Menurut Allan, uji coba statis lebih kepada pengecekan material dan komponen kereta. Selanjutnya dilakukan uji coba dinamis yang akan membuat kereta bergerak.
Untuk uji coba dinamis, LRT memerlukan persetujuan dari Kemenhub.
Terkait progres pembangunan untuk fase 1 Kelapa Gading - Velodrome sejauh 6 kilometer. Allan menuturkan, proyek hampir selesai dengan presentase mendekati 100%.
“Bulan ini selesai semua pemasangan rel, jadi semua uji coba sudah bisa dilakukan full bulan depan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Kelayakan Jalan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengatakan, pembahasan tarif LRT telah dilakukan dengan Menko Kemaritiman. Dari pembahasan itu, ada tiga tarif yang dikaji yakni Rp10.000, Rp12.000 dan Rp15.000.
Namun dari hasil pembahasan, diputuskan agar tarif berpatokan pada Rp12.000. “Pertimbangannya, supaya banyak orang beralih ke transportasi umum. Tapi penetapan ini masih harus mempelajari dokumen atau business plan dari KAI karena sebagai investor yang akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan," kata Jumardi beberapa waktu lalu.
Dengan tarif tersebut, pemerintah harus memberikan subsidi yang cukup besar. Jumardi menjelaskan, dalam perhitungan awal Kemhub sebelumnya, tarif LRT untuk lintasan Cibubur-Cawang-Dukuh Atas mencapai sekitar Rp40.000 per orang.
Project Director, LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, uji coba statis berupa pengecekan komponen bakal dilakukan bulan ini.
"Setelah itu, bulan depan akan dilakukan pengecekan dinamis sampai Juli, sehingga Agustus sudah bisa dipergunakan untuk publik,” kata Allan usai menghadiri Focus Group Discussion di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, Senin (7/5/2018).
Menurut Allan, uji coba statis lebih kepada pengecekan material dan komponen kereta. Selanjutnya dilakukan uji coba dinamis yang akan membuat kereta bergerak.
Untuk uji coba dinamis, LRT memerlukan persetujuan dari Kemenhub.
Terkait progres pembangunan untuk fase 1 Kelapa Gading - Velodrome sejauh 6 kilometer. Allan menuturkan, proyek hampir selesai dengan presentase mendekati 100%.
“Bulan ini selesai semua pemasangan rel, jadi semua uji coba sudah bisa dilakukan full bulan depan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Kelayakan Jalan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengatakan, pembahasan tarif LRT telah dilakukan dengan Menko Kemaritiman. Dari pembahasan itu, ada tiga tarif yang dikaji yakni Rp10.000, Rp12.000 dan Rp15.000.
Namun dari hasil pembahasan, diputuskan agar tarif berpatokan pada Rp12.000. “Pertimbangannya, supaya banyak orang beralih ke transportasi umum. Tapi penetapan ini masih harus mempelajari dokumen atau business plan dari KAI karena sebagai investor yang akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan," kata Jumardi beberapa waktu lalu.
Dengan tarif tersebut, pemerintah harus memberikan subsidi yang cukup besar. Jumardi menjelaskan, dalam perhitungan awal Kemhub sebelumnya, tarif LRT untuk lintasan Cibubur-Cawang-Dukuh Atas mencapai sekitar Rp40.000 per orang.
(whb)