Palyja Sebut Galian Maut di Jakarta Utara Bukan Proyek Mereka
Rabu, 02 Mei 2018 - 14:35 WIB
Palyja Sebut Galian Maut di Jakarta Utara Bukan Proyek Mereka
A
A
A
JAKARTA - PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menyatakan pengerjaan proyek saluran air yang menewaskan Tarno di Jakarta Utara, bukan milik mereka. Palyja menegaskan korban yang tewas bukan petugas perusahaan tersebut. etugas yang meninggal merupakan petugasnya.
"Pekerja yang terperosok di gorong-gorong dan tertimbun longsor bukan karyawan atau kontraktor Palyja," ungkap Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head, Lydia Astriningworo kepada wartawan, Rabu (2/5/2018).
Lydia menegaskan, Palyja tidak terlibat dalam hal pengerjaan maupun pengawasan proyek pipa rusun Penjaringan."Proyek Pipa Rusun Penjaringan Tower 1 & 2 Blok E, F, G. Jalan Tanjung Wangi/Tanah Pasir adalah proyek PAM JAYA," ujar Lydia.( Baca: Tiga Pekerja Galian Gorong-gorong Tertimbun di Penjaringan )
Sebelumnya diberitakan, seorang buruh meninggal tertimpa reruntuhan saat mengerjakan saluran air PAM Palyja. Diketahui korban bernama Tarno (44) sedang berada galian saat itu mengerjakan proyek. Namun tiba-tiba dinding galian longsor dan menimbun Tarno yang sedang bekerja. Proses evakuasi berlangsung selama 4 jam.( Baca: Evakuasi Pekerja Palyja yang Tertimbun di Gorong-gorong )
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana akan memanggil kepala dinas ketenegakerjaan dan imigrasi. "Saya akan memanggil kepala dinas tenaga kerja dan manajemen Palyja serta kontraktornya untuk melakukan evaluasi dan investigasi," ucap Sandi.
"Pekerja yang terperosok di gorong-gorong dan tertimbun longsor bukan karyawan atau kontraktor Palyja," ungkap Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head, Lydia Astriningworo kepada wartawan, Rabu (2/5/2018).
Lydia menegaskan, Palyja tidak terlibat dalam hal pengerjaan maupun pengawasan proyek pipa rusun Penjaringan."Proyek Pipa Rusun Penjaringan Tower 1 & 2 Blok E, F, G. Jalan Tanjung Wangi/Tanah Pasir adalah proyek PAM JAYA," ujar Lydia.( Baca: Tiga Pekerja Galian Gorong-gorong Tertimbun di Penjaringan )
Sebelumnya diberitakan, seorang buruh meninggal tertimpa reruntuhan saat mengerjakan saluran air PAM Palyja. Diketahui korban bernama Tarno (44) sedang berada galian saat itu mengerjakan proyek. Namun tiba-tiba dinding galian longsor dan menimbun Tarno yang sedang bekerja. Proses evakuasi berlangsung selama 4 jam.( Baca: Evakuasi Pekerja Palyja yang Tertimbun di Gorong-gorong )
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana akan memanggil kepala dinas ketenegakerjaan dan imigrasi. "Saya akan memanggil kepala dinas tenaga kerja dan manajemen Palyja serta kontraktornya untuk melakukan evaluasi dan investigasi," ucap Sandi.
(whb)