Unpas Lestarikan Lingkungan di Hulu Sungai Citarum

Selasa, 01 Mei 2018 - 10:53 WIB
Unpas Lestarikan Lingkungan...
Unpas Lestarikan Lingkungan di Hulu Sungai Citarum
A A A
BANDUNG - Universitas Pasundan (Unpas) ikut terlibat pada pelestarian lingkungan di hulu Sungai Citarum. Upaya itu diharapkan bisa menjaga lingkungan di hilir aliran sungai.

Rektor Unpas Eddy Yusuf mengatakan, melalui Lembaga Pengadian Masyarakat (LPM) Unpas, pihaknya sejak tahun 2012 aktif melakukan upaya pelestarian lingkungan di hulu Sungai Citarum. Mereka melakukan penanaman pohon alpukat di Kampung Neglasari, Kabupaten Bandung.

"Kepedulian Unpas terhadap kondisi lingkungan di sekitar hulu Citarum sudah dilakukan sejak lama, tepatnya mulai tahun 2012 lalu. Sampai saat ini, 22.000 pohon alpukat telah tumbuh dan 6.000 masih di dalam polybag," kata Eddy kepada KORAN SINDO di Kampus Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatera, Kota Bandung, kemarin.

Menurut dia, jumlah biji yang ditanam Unpas mencapai 132.000 biji. Namun, dari jumlah itu hanya 30% yang tumbuh. Sementara sisanya mati. Pohon alpukat itu hingga kini terus dijaga agar tumbuh besar.

Program pelestarian hulu Citarum, kata dia, dilakukan oleh seluruh sivitas akademik Unpas. Sementara untuk mahasiswa baru, pihaknya mewajibkan membawa lima biji alpukat per mahasiswa. Setiap tahun, Unpas menerima 4.500 mahasiswa baru.

"Sebelum pemerintah gencar melakukan penyelamatan Citarum, kami sudah sejak lama melakukan upaya pelestarian di hulu. Kami menilai, penyelamatan hulu sangat penting untuk menjaga ekosistem lingkungan di hilir," beber dia.

Komitmen Unpas melestarian hulu Sungai Citarum dilatarbelakangi kondisi lingkungan di DAS Citarum. Sedimentasi menyebabkan banjir di bagian huluu. Begitu juga limbah dan sampah warga menyebabkan kondisi air sungai tidak sehat dan menimbulkan penyakit.

Menurut Eddy, dipilihnya pohon alpukat karena sifatnya yang kokoh dan bisa mengikat tanah. Minimnya pohon yang bisa mengikat tanah di hulu, membuat tanah masuk ke sungai. Akibatnya, terjadi pendangkalan di sungai dan banjir pun datang.

"Selama ini, penanganan terhadap bencana banjir akibat meluapnya sungai lebih banyak dilakukan di lokasi bencana. Kami berpikir, lebih baik memperbaiki sumber atau penyebab dari bencana itu. Makanya kami pilih di hulu," beber dia.

Dia mengatakan, Unpas bekerja sama dengan Perhutani sebagai pemilik tanah. Selain ditanami pohon alpukat, nantinya di sela-sela lahan bisa ditanami tanaman jangka pendek.

Selain melakukan pelestarian di hulu Citarum, Unpas juga terlibat menjaga Citarum di Sektor 6. "Untuk program ini, ke depan bisa melibatkan semua perguruan tinggi. Mereka bisa dikerahkan ke semua sektor," beber dia.

Menurutnya, penanganan terhadap Sungai Citarum penting dilakukan, melihat kondisi sungai yang kurang bagus. Meski demikian, kondisinya saat ini memang sudah lebih baik. Sampah besar seperti tempat tidur, meja, dan barang elektronik sudah mulai berkurang.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di Cibereum dan Kertasari, Unpas juga melakukan pelatihan teknologi pengolahan limbah sayur. Selama ini, limbah sayur seperti tomat, kol, wortel yang busuk atau tidak terjual dibuang begitu saja. Limbah menyebabkan bau busuk dan mengotori lingkungan.

"Kami memberi pelatihan teknologi pengolahan limbah sayur untuk diolah menjadi pelet. Hasilnya cukup bagus, limbah sayur bisa bermanfaat bagi masyarakat."
(zik)
Berita Terkait
Kualitas Air Membaik,...
Kualitas Air Membaik, Progres Program Citarum Harum Naik 25%
Sungai Citarum Kembali...
Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah
Peduli Sungai Kalimalang,...
Peduli Sungai Kalimalang, YRE Adopsi Model Sinergitas Pentahelix Citarum Harum
Sempat Viral, Lautan...
Sempat Viral, Lautan Sampah di Sungai Citarum Kini Tuntas Dibersihkan
Lewat AZ Forest, AstraZeneca...
Lewat AZ Forest, AstraZeneca Indonesia Berkomitmen Tanam 20 Juta Pohon di Citarum
Pemda Provinsi Jabar...
Pemda Provinsi Jabar Usul Citarum Harum Ditinjau Ulang
Berita Terkini
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
4 menit yang lalu
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
11 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
23 menit yang lalu
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
52 menit yang lalu
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
1 jam yang lalu
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
1 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved