Anak-anak Ketakutan Pascagempa, Kemensos Siapkan Pendampingan

Selasa, 24 April 2018 - 11:20 WIB
Anak-anak Ketakutan...
Anak-anak Ketakutan Pascagempa, Kemensos Siapkan Pendampingan
A A A
BANJARNEGARA - Gempa susulan yang masih terjadi di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah menimbulkan trauma dan ketakutan bagi anak-anak dan perempuan lanjut usia. Meski bertahan di pengungsian, mereka sering menangis dan menjerit ketakutan saat terjadi gempa susulan.

“Dari hasil kunjungan ke Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan, dan Desa Sidakangen, saya melihat perhatian kepada kelompok rentan harus ditingkatkan. Berdasarkan hasil asesmen tim LDP, ketika ada gempa susulan anak-anak panik, ketakutan, menangis dan menjerit-jerit. Para lansia terutama ibu-ibu mengalami kecemasan di luar kewajaran dan takut masuk rumah,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat.

Dia mengatakan, sesaat setelah terjadi gempa susulan, pengungsi memerlukan sapaan dan penguatan. Untuk itu, tim Taruga Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial diminta langsung bergerak melakukan pendampingan kepada korban gempa.

Harry berkesimpulan, hasil asesmen menunjukkan pengungsi mengalami kesedihan mendalam dan merasakan trauma dan kecemasan akan kehidupan selanjutnya. Sementara pengungsi yang anggota keluarganya meninggal mengalami kesedihan yang mendalam, takut masuk rumah, sulit tidur, dan tidak mau makan serta mengalami kebingungan.

Karena itu, lanjut Dirjen, pengungsi memerlukan layanan psikososial secara berkelanjutan (trauma healing, counseling, spirit of life, life review therapy, spiritual teraphy, dan play therapy) dan dalam jangka panjang diperlukan penanganan pascatrauma atau Post Trauma Stres Disorder (PTSD).

“Layanan trauma healing, konseling dan psikoterapi akan terus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan sesuai kebutuhan meskipun masa tanggap darurat selesai,” lugasnya.

Sebanyak 12 personel Tagana Psikososial, 8 orang Pekerja Sosial dan 30 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2 orang TKSK dari wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Pekalongan, dan Banyumas telah melakukan intervensi LDP. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian motivasi, konseling, trauma healing, dan berdialog dengan kelompok rentan di beberapa titik pengungsian. Posko LDP Kemensos RI berada di SDN 2 Kasidengan, Desa Kasidengan, Kalibening.

“Kemudian secara bertahap akan dilakukan perluasan layanan psikososial di titik–titik pengungsian lain yang belum terjangkau,” terangnya.
(rhs)
Berita Terkait
Percepat Tangani COVID,...
Percepat Tangani COVID, Polda Jateng Terima Hibah 1 Mini Bus dan 3 CRV
Asal Usul Nama dan Sejarah...
Asal Usul Nama dan Sejarah Banjarnegara, Wilayah yang Dijuluki Kota Dawet Ayu
Gempa M5,3 Landa Jepara...
Gempa M5,3 Landa Jepara Jawa Tengah
Polres Banjarnegara...
Polres Banjarnegara Percepat Layanan Hukum Berbasis Digital
Gempa M4,5 Guncang Cilacap...
Gempa M4,5 Guncang Cilacap Jawa Tengah
Gempa 6,1 Skala Richter...
Gempa 6,1 Skala Richter Guncang Jepara Jawa Tengah
Berita Terkini
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
20 menit yang lalu
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
21 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
38 menit yang lalu
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
1 jam yang lalu
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved