Trauma Gempa, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian

Senin, 23 April 2018 - 22:31 WIB
Trauma Gempa, Ratusan...
Trauma Gempa, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
A A A
BANJARNEGARA - Ratusan warga korban gempa bumi di Kecamatan Kalibeling, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih bertahan di pengungsian karena khawatir kembali terjadi gempa susulan. Mereka kebanyakan perempuan tua, ibu hamil, dan anak-anak merasa lebih nyaman dengan berkumpul bersama warga lainnya di pengungsian ketika menghadapi detik-detik guncangan gempa.

Nenek Dakemi (90) yang tinggal pengungsian di Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, mengaku belum berani pulang ke rumah setelah gempa berkekuatan 4,4 SR pada Rabu 18 April pukul 13.28 WIB. Selama lima hari dia bertahan di tenda pengungsian bersama anak, cucu, dan cicitnya.

"Sebenarnya ingin pulang ke rumah. Kalau malam di tenda (pengungsi) dingin, kadang hujan juga. Mudah-mudahan ada bantuan pemerintah untuk rumah kami yang rusak," tutur Dakemi, Senin (22/4/2018).

Penuturan serupa disampaikan seorang ibu dengan balita, Samirah (25). Dia tak mampu menahan air matanya yang terus mengalir saat tim Kementerian Sosial menyalaminya. Sambil menggendong anak semata wayangnya Hikam (5), dia menuturkan dengan terbata-bata saat gempa tengah menidurkan anaknya.

"Saya di kamar bersama anak saya, nenek ada di dapur. Saya panik melihat lantai dan tempat tidur terguncang-guncang. Spontan saya bangun dan lari ke depan. Nenek jatuh di dapur dan baru bisa keluar rumah setelah gempa berhenti," tuturnya sambil terisak.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, menginstruksikan, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan perlindungan terhadap warga. Apalagi gempa bumi susulan yang masih terus terjadi.

"Terutama perlindungan kepada kelompok rentan yakni ibu hamil, lansia, anak-anak dan penyandang disabilitas," kata Harry di sela meninjau proses penanganan kebencanaan gempa bumi di Posko Pengungsi Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.

Hingga hari kelima setelah gempa, Kementerian Sosial terus menjalankan pelayanan Dapur Umum yang dibuka di delapan titik. Setiap hari disediakan 7.500 nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan pokok makan pengungsi dan relawan.
(wib)
Berita Terkait
Gempa Yogyakarta M6,4...
Gempa Yogyakarta M6,4 Dirasakan hingga Cilacap dan Banjarnegara
Gempa Bumi Berkekuatan...
Gempa Bumi Berkekuatan M=3.0 Guncang Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Dieng...
Dataran Tinggi Dieng Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan M=3.0
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
Ini 3 Lempeng Tektonik...
Ini 3 Lempeng Tektonik Aktif Pemicu Gempa Bumi di Indonesia
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
24 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
49 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
59 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
5 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved