Dukung Saran BPTJ, Sandi Tetap Ingin Lakukan Kajian
Rabu, 18 April 2018 - 14:07 WIB
Dukung Saran BPTJ, Sandi Tetap Ingin Lakukan Kajian
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menambah waktu aturan ganjil genap.
Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya sudah meminta Dishub DKI guna mengkaji saran itu. (Baca: Uji Coba Ganjil Genap di Tol, BPTJ: Agar Kecepatan Kendaraan Bisa Ditingkatkan )
"Saya sudah perintahkan dan koordinasi dengan kepala dinas perhubungan. Hari ini akan dimulai FGD (Focus Group Discussion) dan pengkajiannya," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).
Meskipun begitu, kata Sandi, Pemprov DKI menudukung masukan dari BPTJ. Namun ia akan menerapkan setelah ada hasil dalam kajian tersebut. (Baca: BPTJ Usulkan Jam Ganjil Genap di Jakarta Dimajukan )
Salah satu pertimbangannya adalah persiapan Asian Games. Apabila kemacetan belum ada solusi, ia khawatir perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu kurang maksimal.
"Kita dukung tapi kita ingin ada kajiannya dan ada koordinasinya. Kita harapkan akan mengurangi kemacetan di Jakarta khususnya menghadapi Asian Games," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya sudah meminta Dishub DKI guna mengkaji saran itu. (Baca: Uji Coba Ganjil Genap di Tol, BPTJ: Agar Kecepatan Kendaraan Bisa Ditingkatkan )
"Saya sudah perintahkan dan koordinasi dengan kepala dinas perhubungan. Hari ini akan dimulai FGD (Focus Group Discussion) dan pengkajiannya," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).
Meskipun begitu, kata Sandi, Pemprov DKI menudukung masukan dari BPTJ. Namun ia akan menerapkan setelah ada hasil dalam kajian tersebut. (Baca: BPTJ Usulkan Jam Ganjil Genap di Jakarta Dimajukan )
Salah satu pertimbangannya adalah persiapan Asian Games. Apabila kemacetan belum ada solusi, ia khawatir perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu kurang maksimal.
"Kita dukung tapi kita ingin ada kajiannya dan ada koordinasinya. Kita harapkan akan mengurangi kemacetan di Jakarta khususnya menghadapi Asian Games," tutupnya.
(mhd)