Ratusan Keluarga Korban Tanjakan Emen Tuntut PO Bus

Rabu, 11 April 2018 - 17:17 WIB
Ratusan Keluarga Korban...
Ratusan Keluarga Korban Tanjakan Emen Tuntut PO Bus
A A A
TANGERANG SELATAN - Ratusan keluarga korban tanjakan Emen Subang, Jawa Barat, yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban (FSKK) mendatangi Kantor Kelurahan Pisangan, di Jalan raya Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (11/4/2018).

Kedatangan FSKK ini untuk mendesak Pemerintah Kota Tangsel memediasi tuntutan kepada pihak PO Bus Premium Fashion dan EO Cakruk Gunung Kidul atas kecelakaan maut yang telah menelan puluhan nyawa keluarga mereka.

Juru bicara FSKK, Aang Junaedi menerangkan, pertemuan kali ini adalah pertemuan ketiga, setelah usaha mediasi sebelumnya yang juga dilakukan Pemkot Tangsel dengan keluarga korban tak membuahkan hasil apapun.

Sayangnya, pertemuan mediasi yang dihadiri ratusan keluarga korban dan perwakilan EO dan PO kembali tak membuahkan hasil. Penyebabnya, perwakilan PO yang hadir tak dapat mengambil keputusan dalam mediasi itu.

Yulia, salah satu keluarga korban mengaku dirinya hingga hari ini belum pernah menerima permintaan maaf dari pihak EO dan PO yang telah merenggut nyawa kedua orang tuanya, Jono dan Sugianti, pada kecelakaan maut yang terjadi pada 10 Februari 2018 lalu itu.

"Selaku ahli waris tidak pernah menerima permintaan maaf, ataupun tanggung jawab dalam bentuk apapun atas insiden ini," ucapnya usai mediasi.

Dia berharap, pihak PO tak hanya diam menghadapi musibah yang menyebabkan 26 korban meninggal dunia, dan beberapa lainnya luka-luka.

"Permintaan maaf saja tidak sampai, di mana etikanya. Yang menjadi korban ini manusia, dan tidak sedikit," imbuhnya.

Dalam mediasi, nampak hadir pihak kelurahan, kecamatan dan Pemkot Tangsel, serta perwakilan dari pihak PO Bus dan EO. Namun, keluarga korban menyesalkan kehadiran pihak PO dan EO, yang tidak dapat menindaklanjuti keinginan dari keluarga korban.

"Bapak-bapak harus segera putuskan, kami beri waktu 3x24 jam, sebelum kami masuk ke jalur hijau. Ini akan kami bawa ke ranah hukum, kalau tuntutan kami diabaikan," tegas Arie Tarigan, kuasa hukum keluarga korban.
(rhs)
Berita Terkait
Tanjakan Lingkar Gentong...
Tanjakan Lingkar Gentong Jadi Ladang Rezeki Tukang Ganjal Ban di Tengah Kemacetan
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
Pemprov Jawa Barat Antisipasi...
Pemprov Jawa Barat Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Pj. Bupati Bandung Barat...
Pj. Bupati Bandung Barat Terima Penghargaan Siddhakarya dari Pemprov Jawa Barat
Hyundai Beri Bantuan...
Hyundai Beri Bantuan untuk Penanggulangan COVID-19 di Jabar
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
1 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
1 jam yang lalu
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
2 jam yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
2 jam yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
2 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved