Belasan Orang Tewas Minum Miras Oplosan, Ini Kata Pengamat

Jum'at, 06 April 2018 - 08:49 WIB
Belasan Orang Tewas...
Belasan Orang Tewas Minum Miras Oplosan, Ini Kata Pengamat
A A A
DEPOK - Beberapa hari terakhir kasus minuman keras (miras) oplosan di wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi, menjadi perhatian khalayak menyusul adanya belasan orang yang tewas.

Lantas kenapa masyarakat masih gemar minum miras, termasuk oplosan, kendati disadari risikonya sangat berbahaya? Praktisi komunikasi yang juga dosen vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, minuman beralkohol menjadi sebuah alternatif ‘rekreasi’ yang sederhana bagi sebagian kecil masyarakat Indonesia.

“Rekreasi yang dimaksud adalah un tuk melepaskan kepenatan/kesulitan, bersosialisasi bersama dan bersenang senang sebagai gaya hidup,” ujar Devie kepada KORAN SINDO.

Lebih lanjut Devie menjelaskan, ketika ada kebijakan pelarangan alkohol maka jenis alkohol palsu (oplosan) menjadi alternatif. Mengingat konsumen minuman alkohol bervariasi dari masyarakat menengah ke bawah hingga menengah atas. Bagi masyarakat atas yang memiliki daya beli tinggi, alkohol impor yang mahal tentu tidak menjadi persoalan.

“Sedangkan bagi kalangan menengah ke bawah, hal ini menjadi tantangan, yang kemudian dijawab oleh para pebisnis gelap yang melihat potensi pendapatan dari alkohol KW ini,” tukasnya.

Di sisi lain, penjual dalam perspektif bisnis tentu saja akan melihat peluang yang ada. Dalam sejarah global seperti di Amerika, kata dia, pelarangan memang menyuburkan peredaran alkohol ilegal. Kebutuhan yang bertemu ketersediaan alkohol ‘alternatif’ yang independen, membuat masyarakat merasa ‘terlayani’ dengan masih hadirnya variasi variasi pilihan minuman.

Selain itu, pengetahuan klinis masyarakat tentang bahaya minuman KW masih rendah, mengingat minuman yang diracik secara mandiri bukan barang baru di indonesia. Minuman mengandung alkohol yang dikembangkan mandiri dan menjadi bagian perayaan tertentu juga sudah dikenal di beberapa komunitas masyarakat, yang tidak berujung pada kematian.

"Ini yang membuat masyarakat memiliki persepsi bahwa yang meninggal karena ketidak beruntungan dan lainnya,” tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Miras Oplosan Tewaskan...
Miras Oplosan Tewaskan Sembilan Orang di Jepara
Polisi Dalami Kasus...
Polisi Dalami Kasus Miras Oplosan yang Tewaskan Pemuda di Makassar
Miras Merk Internasional...
Miras Merk Internasional Ini Ternyata Racikan Pria Asal Karanganyar
Awas! Miras Oplosan...
Awas! Miras Oplosan Picu Kematian dan Risiko Kebutaan
Bukan Hand Sanitizer,...
Bukan Hand Sanitizer, Pemuda di Makassar Tewas karena Tenggak Miras Oplosan
Pabrik Miras Produksi...
Pabrik Miras Produksi Ribuan Liter Digerebek Polisi di Sebuah Kebun
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved