Khofifah Siapkan Solusi untuk Kemandirian Bahan Baku Usaha Rumahan

Senin, 26 Maret 2018 - 15:42 WIB
Khofifah Siapkan Solusi...
Khofifah Siapkan Solusi untuk Kemandirian Bahan Baku Usaha Rumahan
A A A
NGANJUK - Salah satu visi pasangan cagub dan cawagub Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak adalah peningkatan kesejahteraan. Dalam navigasi program Nawa Bhakti Satya, Khofifah menyambangi industri rumahan di kampung penghasil shuttlecocks yang ada di Desa Sumengko, Kabupaten Nganjuk, Senin (26/3/2018).
Khofifah Siapkan Solusi untuk Kemandirian Bahan Baku Usaha Rumahan

Usaha UD Mustika milik Ngalimun tersebut ternyata memiliki keunikan dan permasalahan kasuistik. Kampung ini ada sekitar 70 pengusaha shuttlecocks yang memiliki tenaga kerja sekitar 40 orang.

Uniknya, di kampung ini ternyata pelaku usaha di sini justru kekurangan tenaga kerja. Industri rumahan yang meningkat penjualannya di musin turnamen ini sering kekurangan tenaga kerja bahkan sampai harus diambil dari kecamatan tetangga.

"Kebutuhan tenaga kerja di sini tinggi. Bahkan sampai kekurangan. Kalau di tempat lain itu kekurangan lapangan kerja di sini malah kelebihan lapangan kerja, menurut saya ini informasi mahal," kata Khofifah dalam pernyataan tertulis ke SINDOnews.

Yang menjadi sorotan Khofifah adalah masalah bahan baku. Usaha di kampung ini 100% adalah impor dari Taiwan. Bulu shuttlecocks yang digunakan adalah bulu bebek peking.

Bulu tersebut yang memiliki kualifikasi untuk permainan bulutangkis internasional. Namun pengusaha di sana mengeluhkan adanya rantai yang panjang untuk mendapatkan bulu tersebut.

Khofifah menyebut seharusnya bahan baku bulu itu bisa swasembada dari nasional. Terlebih dengan hobi masyarakat Indonesia yang hobi kuliner.

"Rekomendasi mereka kalau bisa dilakukan budidaya dengan format bebek peking dalam jumlah besar. Saya rasa dengan masyarakat kita yang hobi kulineran pasti bisa mandiri dengan menghasilkan bulu untuk industri shuttlecock," kata Khofifah.

Permasalahan kedua yang juga harus menjadi perhatian pemerintah adalah masalah siklus penjualan shuttlecocks. Industri kampung ini selana tujuh bulan di musin hujan selalu produksi dengan sistem stok untuk demain di bulan Mei Agustus dan akhir tahun.

Siklus penjualaan shuttlecocks terbilang unik dan kurang dinamis. Karena demand hanya naik drastis di saat turnamen dan saat media gencar memberitakan tentang dunia Bulutangkis.

"Pemerintah harus memberikan format pendampingan yang bisa mensupport keuangan yang stagnan pada usaha ini," timpal Khofifah.

Sebab selama tujuh bulan mereka produksi bisa laku habis dalam beberapa hari baru di bulan Mei dan Agustus tersebut.

Ngalimun, pemilik usaha UD Mustika dengan merk Heaven Shuttlecocks mengatakan suplai bahan baku memang menjadi permasalahan. Karena Mereka harus impor dari Taiwan dan diolah di Nganjuk.

"Yang putih dan memenuhu standar itu dari bebek peking itu. Yang lalu dari sini kita potong dengan mesin agar ujurannya seragam," kata Ngalimun.

Menurutnya, kelangkaan tenaga kerja memang benar terjadi. Ini karena yang dipekerjakan adalah ibu-ibu rumah tangga. Sedangkan untuk tenaga kerja muda mereka tidak sanggup memberikan gaji yang sesuai dengan UMK kabupaaten Nganjuk.

"Kami berharap bu Khofifah setelah jadi gubernur tidak melupakan kami dan kami diperharikan, skala usaha rumahan shuttlecock ini harus terus hidup," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pilgub Jatim, Projo...
Pilgub Jatim, Projo Serukan Seluruh Kader Menangkan Khofifah-Emil
Cak Imin Bicara Peluang...
Cak Imin Bicara Peluang Khofifah Maju Kembali di Pilgub Jatim 2024
PDIP Jajaki Komunikasi...
PDIP Jajaki Komunikasi dengan Khofifah untuk Pilgub Jatim
Pilgub Jatim, PDIP Bangun...
Pilgub Jatim, PDIP Bangun Komunikasi Intensif dengan Khofifah
Dapat Nomor Urut 2 di...
Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Jatim, Khofifah: Semangat Wujudkan Dua Periode
Dapat Nomor Urut 2,...
Dapat Nomor Urut 2, Khofifah Apresiasi Kebersamaan dengan Tokoh Masyarakat Bangun Jatim
Berita Terkini
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
24 menit yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
55 menit yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
1 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
1 jam yang lalu
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
1 jam yang lalu
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
1 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved