Sudirman Said: Korupsi Itu Budaya Kuno, Harus Ditinggalkan

Rabu, 14 Maret 2018 - 22:00 WIB
Sudirman Said: Korupsi...
Sudirman Said: Korupsi Itu Budaya Kuno, Harus Ditinggalkan
A A A
SEMARANG - Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Sudirman Said menyatakan, korupsi adalah budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Di era informasi seperti saat ini, kejahatan sulit ditutupi dan dalam tempo yang singkat akan terungkap, termasuk korupsi.

“Korupsi itu kuno, harus ditinggalkan. Nanti korupsi itu seperti orang tidak pakai helm. Perlahan tapi pasti orang akan sungkan korupsi. Tidak korupsi akan menjadi budaya. Seperti kalau keluar rumah naik motor kan harus pakai helm. Bukan karena disuruh tapi karena kesadaran akan keselamatan diri dan keluarga,” tandas Sudirman di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Rabu (13/3/2018).

Dia menyampaikan, saat ini durasi orang menyimpan kejahatan semakin pendek. Sosial media menjadi alat yang ampuh untuk mengungkap segala perbuatan manipulasi dan korupsi.

“Jadi sulit menyembunyikan kejahatan di era sekarang. Karena itu kalau ada yang masih mau korupsi dalam situasi seperti ini, orang itu sudah ketinggalan zaman, kuno,” katanya.

Meski begitu, saat menyampaikan kuliah umum di hadapan komuitas akademik Unissula, dia tidak setuju dengan wacana meninjau ulang pemilihan langsung kepala daerah yang dilontarkan pimpinan KPK. KPK berpendapat besarnya biaya Pilkada langsung membuat korupsi tumbuh subur di daerah sehingga pilkada langsung perlu ditinjau ulang.

Sudirman menilai, jika wacana itu dijalankan maka akan terjadi kemunduran dalam proses demokrasi. Semestinya demokrasi terus maju dan diperbaiki prosesnya.

“Saya tidak setuju dengan wacana itu. Demokrasi tidak boleh ditarik ke belakang. Yang harus dilakukan adalah mendidik masyarakat untuk memilih kandidat yang bersih, memiliki integritas, dan berkompeten dalam Pilkada,” terang dia.

Pemimpin yang bersih, berintegritas, dan kompeten, akan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat. Bekerja untuk menyejahterakan rakyat, karena tidak ada kepentingan pribadi dan kelompok.

“Karena itu jika Indonesia ingin maju harus ada pemimpin yang bersih di seluruh level kepemimpinan. Karena hanya pemimpin yang bersih dan kompeten yang mampu membereskan segala kerumitan, dan mampu memberikan kesejateraan yang lestari,” tandasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Didatangi Sudirman Said,...
Didatangi Sudirman Said, Rekan Indonesia: Tokoh Berkapasitas Pimpin Jakarta
Sudirman Said Dinilai...
Sudirman Said Dinilai Figur yang Siap Mengemban Amanah Warga Jakarta.
Pilgub Jateng, Bacagub...
Pilgub Jateng, Bacagub Eko Suwarni Minta Restu ke Ulama Kharismatik Solo Mbah Lepo
Sudirman Said Batal...
Sudirman Said Batal Maju Jadi Cagub Independen di Pilgub Jakarta
Sudaryono Dapat Dukungan...
Sudaryono Dapat Dukungan dari Petani dan Nelayan Maju Pilgub Jateng
Gus Yusuf PKB Anggap...
Gus Yusuf PKB Anggap Sudaryono Cocok Pimpin Jateng
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved