Penumpang di Terminal Leuwipanjang Diajak Lawan Hoax

Selasa, 13 Maret 2018 - 18:00 WIB
Penumpang di Terminal...
Penumpang di Terminal Leuwipanjang Diajak Lawan Hoax
A A A
BANDUNG - Suasana kawasan Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, pada Senin (12/3/2018) tampak berbeda. Pagi itu, jajaran Polsek Bojongloa Kidul bersama tokoh agama dan masyarakat, menggelar apel perlawanan terhadap hoax (kabar bohong) yang marak beredar di media sosial.

Selama apel berlangsung, aktivitas di terminal besar Kota Bandung itu tetap berjalan. Bus-bus lalu lalang di dekat barisan peserta apel. Meski begitu, para peserta tak terganggu. Mereka tetap disiplin, berada dalam barisan mengikuti apel sampai selesai. Tampak hadir Camat Bojongloa Kidul Aniya Rahmawati dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Huda KH Koko Khoiruman.

Apel dimulai dengan pembacaan lima poin deklarasi antihoax, yakni, Menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan berlatar belakang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Menyampaikan berita yang benar sesuai fakta yang terjadi. Tidak menyebar berita hoax dan fitnah.

Kemudian, mengajak menggunakan media sosial secara bijak, santun, dan cerdas. Mendukung Polri menindak tegas pelaku penyebar hoax. Dan senantiasa menjaga situasi dan kondisi Kota Bandung, tetap aman, damai, dan kondusif.

Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, banyak mendengar dan membaca marak beredar kabar hoaks yang dapat memecah belah masyarakat. "Tokoh agama, Islam, Kristiani, Budha dan lain-lain harus bergandengan tangan melawan hoax. Kita sangat rugi jika mempercayai kabar bohong itu. Jadi jangan percaya hoax," kata Dewi.

Dewi mengemukakan, Terminal Leuwipanjang dipilih sebagai lokasi apel antihoaks karena terminal merupakan tempat bertemunya masyarakat dari berbagai daerah. "Ada undang-undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Para penyebar hoax, ujaran kebencian, dan fitnah bisa dihukum. Jadi saya mengajak masyarakat untuk say no to hoax," tandas Dewi.

Seusai apel, Kapolsek dan Camat menyebarkan selebaran di dalam bus, menyapa para penumpang dan mengajak mereka untuk tak percaya hoax.
(rhs)
Berita Terkait
Waspada! Beredar Broadcast...
Waspada! Beredar Broadcast Hoax Rekrutmen Pekerjaan Khusus KTP Surabaya
Mulai Bulan Mei Pemkot...
Mulai Bulan Mei Pemkot Bandung akan Terapkan Braga Free Vehicle
Sekjen, Ratu dan Perdana...
Sekjen, Ratu dan Perdana Menteri Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara
Pemkot Bandung Ungkap...
Pemkot Bandung Ungkap Kemungkinan PSBB di Bandung Raya
Penyebar Hoax Minta...
Penyebar Hoax Minta Maaf, Pemkab Dairi: Kasus Segera Dihentikan Polda Sumut
Hoax, Pemkot Pekanbaru...
Hoax, Pemkot Pekanbaru Tarik Vaksin Covid-19 dari RS karena Tak Ampuh
Berita Terkini
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
13 menit yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
49 menit yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
1 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
1 jam yang lalu
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
2 jam yang lalu
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved