Ganjil Genap Diberlakukan, Ini Solusi DKI Bagi Warga Bekasi
Senin, 12 Maret 2018 - 14:32 WIB
Ganjil Genap Diberlakukan, Ini Solusi DKI Bagi Warga Bekasi
A
A
A
JAKARTA - Sistem ganjil genap resmi mulai diuji coba di Tol Bekasi Barat dan Tol Bekasi Timur pada Senin (12/3/2018) pagi. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek.
Untuk mendukung kebijakan yang digagas Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan solusi bagi warga Bekasi yang bekerja di Ibu Kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan telah memerintahkan PT Transjakarta agar menyiapkan antisipasi imbas dari kebijakan ganjil genap di Tol Cikampek. Sandi meminta manajemen PT Transjakarta memberikan solusi dengan menyediakan bus Transjakarta Royal.
"Alhamdulillah, Transjakarta langsung respons dengan menyediakan bus Royal premium untuk membantu konversi dari pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum," ujar Sandi di Balai Kota, Senin (12/3/2018).
Sandi menganggap solusi itu mampu mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. Terlebih bus yang disediakan cukup nyaman. (Baca: (Baca: Warga Bekasi Hindari Ganjil Genap, Jam Macet Bergeser Lebih Pagi)
Meskipun begitu, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari kebijakan tersebut. "Kita akan lihat dampaknya kepada para pekerja di Jakarta yang kebetulan tinggal di Bekasi. Tapi itu langkah-langkah dari kami. Mudah mudahan bisa mengurangi beban dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek," tuturnya.
Bus Royaltrans memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 30 kursi dan penumpang berdiri sekitar 13 orang. Bus ini juga menggunakan tempat duduk dari busa yang lebar dan lapisan kulit dengan konfigurasi menghadap ke depan.
Selain itu, terdapat satu unit televisi berukuran 19 inc, dan USB Port untuk pengisian gawai penumpang. Adapun tarif yang dikenakan untuk penumpang sebesar Rp20.000 untuk sekali perjalanan menuju Jakarta.
Untuk mendukung kebijakan yang digagas Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan solusi bagi warga Bekasi yang bekerja di Ibu Kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan telah memerintahkan PT Transjakarta agar menyiapkan antisipasi imbas dari kebijakan ganjil genap di Tol Cikampek. Sandi meminta manajemen PT Transjakarta memberikan solusi dengan menyediakan bus Transjakarta Royal.
"Alhamdulillah, Transjakarta langsung respons dengan menyediakan bus Royal premium untuk membantu konversi dari pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum," ujar Sandi di Balai Kota, Senin (12/3/2018).
Sandi menganggap solusi itu mampu mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. Terlebih bus yang disediakan cukup nyaman. (Baca: (Baca: Warga Bekasi Hindari Ganjil Genap, Jam Macet Bergeser Lebih Pagi)
Meskipun begitu, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari kebijakan tersebut. "Kita akan lihat dampaknya kepada para pekerja di Jakarta yang kebetulan tinggal di Bekasi. Tapi itu langkah-langkah dari kami. Mudah mudahan bisa mengurangi beban dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek," tuturnya.
Bus Royaltrans memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 30 kursi dan penumpang berdiri sekitar 13 orang. Bus ini juga menggunakan tempat duduk dari busa yang lebar dan lapisan kulit dengan konfigurasi menghadap ke depan.
Selain itu, terdapat satu unit televisi berukuran 19 inc, dan USB Port untuk pengisian gawai penumpang. Adapun tarif yang dikenakan untuk penumpang sebesar Rp20.000 untuk sekali perjalanan menuju Jakarta.
(thm)