Kisah Sepasang Pohon Kayu Bakau yang Menjadi Nama Kabupaten di Sulbar

Sabtu, 03 Maret 2018 - 05:00 WIB
Kisah Sepasang Pohon...
Kisah Sepasang Pohon Kayu Bakau yang Menjadi Nama Kabupaten di Sulbar
A A A
Sejarah berdirinya Kabupaten Pasangkayu berasal dari sepasang batang pohon kayu bakau atau mangrove yang berdiri sejak ratusan tahun lalu dan masih berdiri tegak hingga saat ini.
Sepasang pohon kayu bakau itu tegak berdiri di tepi Pantai Babia, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Kisah Sepasang Pohon Kayu Bakau yang Menjadi Nama Kabupaten di Sulbar

Dahulu kala wilayah Kabupaten Pasangkayu belum ada penduduk. Lalu ikhwal cerita ada nelayan yang sedang berlayar, namun karena cuaca buruk akhirnya menyelamatkan diri dengan menambatkan kapalnya di dua batang pohon bakau atau mangrove tersebut.

Saat kapal ditambatkan di kayu yang berdiri sepasang tersebut, ajaibnya laut menjadi tenang. Sehingga nelayan tersebut berhasil selamat.

Selain itu, ada juga cerita kapal layar milik VOC Belanda yang menambatkan kapalnya di sepasang kayu pohon bakau tersebut.

Sehingga pada akhirnya wilayah ini dikenal dengan penyebutan nama sepasang kayu atau Pasangkayu.
Kisah Sepasang Pohon Kayu Bakau yang Menjadi Nama Kabupaten di Sulbar

Kemudian nama Pasangkayu diusulkan menjadi nama pengganti Kabupaten Mamuju Utara karena sudah dikenal sejak masa kapal dagang Belanda yang sering berniaga kopra dan kakao. Komoditas tersebut dijual hingga ke wilayah jauh sehingga nama Pasangkayu turut dikenal orang.

“Sejarahnya dahulu dinamakan Pasangkayu karena ada sepasang kayu mangrove sebagai penanda daerah ini. Sampai kini masih berdiri dua kayu tersebut. Nantinya sepasang kayu tersebut akan kami pugar lalu dijadikan ikon daerah,” kata Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa saat menjamu Koran SINDO di rumah dinas Kabupaten Pasangkayu di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018 lalu.

Dia bercerita proses penggantian nama tersebut yang tidak mudah dan melalui banyak proses. Namun hal itu harus dilakukan demi sebuah identitas daerah yang tidak boleh setengah-setengah.

Selama ini masalah yang ditimbulkan nama terdahulu cukup signifikan. Banyak orang yang keliru membedakan Mamuju atau Mamuju Utara. Bahkan yang paling fatal adalah kesalahan dalam administrasi transfer dana daerah.

“Pernah ada tamu saya jemput di Bandara Palu, sedangkan dia mendarat di Mamuju. Sementara dari Mamuju ke Pasangkayu butuh 5 atau 6 jam perjalanan. Bahkan Pak Jokowi juga berpikir sudah sampai ke kabupaten saya karena tiba di Mamuju, padahal ternyata belum sampai,” cerita Agus tertawa.

Kabupaten Pasangkayu ini berhasil berdiri hasil pemekaran dari Kabupaten Mamuju melalui rekomendasi Provinsi Sulawesi Barat dan persetujuan kabupaten induk yaitu Kabupaten Mamuju.

Setelah melewati proses yang berjalan 1 tahun lebih, akhirnya berdirilah kabupaten pemekaran yang diberi nama Mamuju Utara pada 25 Februari 2003. Ada pun pencetus kabupaten pemekaran ini adalah duet Yaumil RM Ambo Djiwa dan Agus Ambo Djiwa, bersama tokoh-tokoh lainnya.

Meskipun sebenarnya pada awal pendirian kabupaten ini digagas oleh Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu, namun akhirnya menerima pemekaran dengan nama Mamuju Utara.

Alasannya karena ada persyaratan dari kabupaten induk (Mamuju) hanya mau memberikan persetujuan pemekaran apabila nama kabupaten pemekarannya bernama Mamuju Utara.

Seiring perjalanan, pada masa periode kedua pemerintahan Bupati Agus Ambo Djiwa mengusulkan perubahan nama Kabupaten Mamuju Utara menjadi Kabupaten Pasangkayu.

Hingga akhinya melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2017, pada tanggal 29 Desember 2017 nama Kabupatan Mamuju Utara resmi diubah menjadi Kabupaten Pasangkayu.
(sms)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
1 jam yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
2 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
2 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
14 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
15 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved