200 Ekor Sapi Mati Terjangkit Virus Jembrana

Jum'at, 09 Februari 2018 - 14:54 WIB
200 Ekor Sapi Mati Terjangkit...
200 Ekor Sapi Mati Terjangkit Virus Jembrana
A A A
MUSI RAWAS - 200 ekor sapi di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, mati akibat terjangkit virus jembrana. Saat ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas sudah menggelar gerakan vaksinasi jembrana untuk mencegah meluasnya virus mematikan ini.

"Dua ratusan sapi yang mati itu sudah tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tugumulyo, Purwodadi, Sumberharta, Megangsakti, Muara Beliti, TP Kepungut, dan Muara Kelingi," ungkap Tohirin, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Mura, Jumat (9/2/2018).

Dia menambahkan, banyak peternak yang khawatir dengan sapi-sapinya sehingga permintaan vaksinasi jembrana sangat tinggi. Dalam beberapa minggu ini, petugas peternakan sangat sibuk melayani permintaan vaksinasi dari kelompok ternak.

"Hingga saat ini, sudah hampir 5.000 ekor sapi yang dilakukan vaksinasi. Virus ini memang berbahaya, karena penyebarannya bisa melalui banyak media. Bahkan anginpun menjadi salah satu media penyebaran virus ini," ujarnya.

Awalnya daerah ini clear dari virus jembrana, namun ada beberapa blantik (pelaku usaha jual beli ternak) sapi dalam beberapa bulan belakangan memasukkan sapi dari Bengkulu. Nah diduga, sapi-sapi dari Bengkulu ini terjangkit virus jembrana dan menularkannya ke sapi-sapi lainnya di Mura.

"Virus jembrana ini layaknya virus HIV bagi manusia. Virus ini menggerogoti daya tahan tubuh. Hanya saja, kalau yang terjangkit HIV masih bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Namun kalau virus jembrana ini, sapi yang terjangkit tidak bisa bertahan lama, paling lama tiga hari," katanya.

Bagi peternak yang mendapati sapinya sudah terjangkit virus jembrana, agar segera disembelih. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar. Sebab, menurut Tohirin, sapi yang sudah terjangkit ini, dagingnya bisa dikonsumsi. Namun jangan pernah mengolah jeroannya dan sesegera mungkin jeroan tersebut dikubur sedalam mungkin.

"Khusus bagi yang peternak yang sapinya ikut dalam program AUTS (Asuransi Usaha Ternak Sapi), maka sapi yang mati akan diberi ganti rugi. Sedangkan yang tidak ikut, maka jangan berkecil hati. Segera ikut program AUTS, untuk menghindari kerugian lebih besar," pungkas Tohirin.
(wib)
Berita Terkait
Cegah Penyebaran Penyakit...
Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Khofifah Minta Pasar Hewan di 4 Kabupaten Ditutup
Penyakit Mulut dan Kuku...
Penyakit Mulut dan Kuku serta UU Peternakan
Cegah PMK, Dinas Perkebunan...
Cegah PMK, Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya Perketat Lalu Lintas Ternak
Kementan Tegaskan Ternak...
Kementan Tegaskan Ternak yang Terjangkit PMK Masih Bisa Disembuhkan
4 Hewan Hasil Perkawinan...
4 Hewan Hasil Perkawinan Silang, Nomor 2 Unik Banget
Cegah PMK, Polres Bungo...
Cegah PMK, Polres Bungo dan Dinas Peternakan Suntik Sapi
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
1 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
2 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
5 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
5 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
7 jam yang lalu
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved