Cerita Korban Kebakaran Taman Sari, Puluhan Tahun Bangun Rumah Ludes Sehari

Jum'at, 09 Februari 2018 - 00:38 WIB
Cerita Korban Kebakaran...
Cerita Korban Kebakaran Taman Sari, Puluhan Tahun Bangun Rumah Ludes Sehari
A A A
JAKARTA - Kebakaran hebat di kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat dua pekan lalu masih membekas dalam ingatan Rohman (65) warga RW 03.

Pria tua yang tinggal di kawasan itu, tak bisa berbuat banyak ketika api menari nari di dalam rumahnya, Sabtu (26/2/2018) dini hari. Dalam waktu 6 jam, bangunan rumah Rohman hanya tersisa puing-puing.

Rohman tak bisa berbuat banyak dengan kondisi itu, hanya baju yang dipakai dan telepon gengam di kantong yang berhasil di selamatkan. Beruntung dalam peristiwa naas itu, keluarganya selamat.

Bagi Rohman kebakaran hebat ini jadi pukulan telak dirinya. Rumahnya yang telah dibangun selama puluhan tahun dari hasil bekerja serabutan harus ludes bersama sejumlah barang elektronik dan baju.

Demi menyambung hidup, Rohman terpaksa harus tinggal beralas tenda di tempat pengungsian. Semilir angin dingin menusuk tulang menjadi selimut saat malam hari.

“Pengin pulang kampung tapi enggak punya keluarga, pengen disini tapi nyusahain keluarga,” ucap pria asli Semarang, Jawa Tengah ini.

Sebelumnya kebakaran hebat melanda dua RW di tempat itu, 268 bangunan yang dihuni lebih dari 1.100 jiwa dari 286 kepala keluarga harus mengungsi.

Berbeda dengan Rohman yang pasrah. Rudi (36) tak menyerah. Memanfaatkan puing bangunan rumah yang tersisa, pria ini mulai memunguti besi dan sisa bata. Dari sisa peninggalan rumah, Rudi berencana akan membangun rumah dari sisa puing itu.

Kini hasil sisa puing itu, Rudi menyimpannya di sisi kiri rumah, bata bata tercampur semen mulai dipreteli dan ditumpuk tinggi. Sementara sisa besi yang bengkok mulai ia luruskan untuk dimanfaatkan menjadi rangka bangunan. “Kalo beli baru bakal mahal mas,” kata Rudi.

Berikan Bantuan

Kebakaran yang terjadi di Krukut mengetuk hati Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi. Setelah kebakaran, Hengki beserta jajarannya tak henti memberikan bantuan sembako, uang, pakaian, hingga makanan. (Baca: DKI Akan Lakukan Penataan di Lokasi Kebakaran Taman Sari )

Upaya Hengki pun tidak berhenti sampai disitu, melalui teman dekatnya ia kemudian meminta uluran tangan donatur untuk membantu. Berkat tangan Hengki, bantuan disana mulai melimpah. Pakaian dan makanan menjadi menumpuk di gudang penyimpanan.

Warga lainnya, Hamidah (60) mengakui tangan kapolres membuat kondisi pengungsian jauh lebih baik. Kekurangan makan tak terasa oleh pengungsi begitupun dengan selimut dan pakaian. Mereka bisa berganti baju tanpa harus kekurangan.

Saat bertemu dengan Hengki, Rabu (7/2/2018) lalu. Hamidah yang mengenakan daster lusuhnya bercerita tentang nasib dirinya setelah kebakaran.

Ia kini mengaku tidak bisa tidur dan berkumpul dengan keluarga. Kehangatan tak lagi di rasa, obrolan dan senyum ceria anak tak lagi terlihat. Tenda pengungsi tak membuat nyaman.

"Mohon sekali Pak, kami dibantu dan butuh uluran tangan. Terima kasih bapak, atas bantuan makanan, minuman hingga pakaian yang diberikan. Tapi, saya dan warga yang menjadi korban kebakaran, saat ini membutuhkan rumah pak,” ucap Hamidah sembari menitihkan air mata.

Kepada sejumlah warga, Hengki kini tengah berupaya untuk lebih membantu. Ia pun berencana akan kembali membantu warga, salah satunya memprogramkan bedah masjid.

Satu masjid yang berada di tengah pemukiman bersiap akan di renovasi. “Kita akan rancang bangunannya dan menyiapkan material bangunan,” katanya.

Selain berencana akan merenovasi satu madrasah yang ikut terbakar. Dengan mengajak unsur tiga pilar, Hengki bakal bahu membahu mendirikan bangunan itu.

Bangun Rumah

Camat Taman Sari, Firman Ibrahim mengaku cukup bingung dengan kondisi sekitar. Ia mengakui berkat koordinasi tiga pilar, terutama Kapolres, bantuan kian berlimpah, uang santunan tengah mencapai Rp 900 juta. Rencananya santunan itu akan di bagikan ke tiap tiap bangunan yang rumah terbakar.

“Nah baru yang bisa adalah bazzis dengan rumahnya mencapai Rp 2 juta per bangunan,” jelasnya, sembari menjelaskan istri Gubernur Anis kemarin juga datang.

Hanya saja untuk pembangunan, Firman mengakui dirinya terbentur dengan kondisi lahan kebakaran yang diketahui bukan bersertifikat asli, melainkan lahan garapan.

Selain mengandalkan bazzis, Firman mengakui pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas perumahan untuk meringankan dan membantu warga sekitar.
(ysw)
Berita Terkait
Peristiwa Kebakaran...
Peristiwa Kebakaran di Jakarta yang Menelan Korban Jiwa
Akibat Pembakaran Sampah,...
Akibat Pembakaran Sampah, 5 Bangunan di Cakung Ludes Terbakar
Kebakaran Akibat Trafo...
Kebakaran Akibat Trafo Berjalan Meledak di Muara Angke, 150 Warga Terdampak
Ruang Marbot Masjid...
Ruang Marbot Masjid Istiqomah Terbakar, 6 Mobil Damkar dan 35 Petugas Dikerahkan
Korsleting Listrik,...
Korsleting Listrik, Kabel PLN Kebon Pala Jakarta Timur Terbakar
25 Rumah di Jalan Pemuda...
25 Rumah di Jalan Pemuda Jakarta Timur Ludes Terbakar
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
8 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
9 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
9 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
10 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
10 jam yang lalu
Infografis
Gempa di Taiwan Telan...
Gempa di Taiwan Telan Korban Jiwa, Puluhan Orang Luka-luka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved