Diduga Lakukan KDRT, Wali Kota Blitar Dilaporkan Istri ke Polda Jatim

Rabu, 07 Februari 2018 - 11:23 WIB
Diduga Lakukan KDRT,...
Diduga Lakukan KDRT, Wali Kota Blitar Dilaporkan Istri ke Polda Jatim
A A A
BLITAR - Polda Jawa Timur menerima laporan wanita berinisial EP yang mengaku sebagai istri kepala daerah di Provinsi Jawa Timur. EP melaporkan suaminya (kepala daerah) berinisial S terkait kekerasan dalam rumah tangga.

Informasi yang dihimpun di lingkungan kepolisian, kepala daerah yang dimaksud diduga Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar.

Dikonfirmasi Koran SINDO melalui nomor WhatsAppnya (WA), Samanhudi Anwar menegaskan semua itu tidak benar. KDRT yang dituduhkan tidak pernah terjadi.

"Gak benar (KDRT), lihat saja nanti, "jawab Samanhudi via WA kepada Koran SINDO, Rabu (7/2/2018). Dalam komunikasi ini Samanhudi tidak banyak menjelaskan.

Kepala daerah dua periode yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu hanya menegaskan dirinya tidak melakukan KDRT seperti yang dituduhkan.

Terkait visum dua rumah sakit Blitar yang diajukan EP sebagai alat bukti kekerasan, dia justru mempertanyakan balik. "Visumnya di bagian mana. Kalau di tangan itu kan dibuat sendiri bisa," tulis Samanhudi melalui pesan WA.

Samanhudi juga tidak menjelaskan apakah dalam menghadapi masalah ini dirinya telah menyiapkan kuasa hukum. Atau akan menghadapi sendiri.

Mengingat masalah (laporan KDRT) akan menyita waktu, pikiran dan tenaga, Samanhudi juga tidak bersedia menjelaskan masalah ini bisa menganggu konsentrasinya menjalankan pemerintahan Kota Blitar. Pesan WA yang dikirimkan Koran SINDO telah tercentang biru, yakni artinya telah dibaca. Namun Samanhudi tidak membalasnya.

Seperti diketahui, EP baru sekitar setahunan dinikahi Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar. Dari pernikahan itu pasutri ini telah memiliki seorang buah hati. EP yang berasal dari Semarang Jawa Tengah berlatar belakang sebagai entertainment. Sebelum dinikahi Wali Kota Samanhudi dia berprofesi sinden (penyanyi) tetap di acara talk show komedi situasi salah satu televisi nasional.

Informasinya kekerasan terjadi 25 Januari 2018 lalu yang disebabkan masalah rumah tangga. Dugaan KDRT itu infonya sempat dilaporkan ke Polres setempat. Namun entah pertimbangan apa, EP lantas memilih membawa ke Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera berjanji akan menangani kasus secara profesional dan proporsional. "Kita bekerja secara profesional dan proporsional. Sebab di hadapan hukum semua sama," ujarnya.

Di Mapolda Jatim Selasa kemarin (6/2/2018), Frans mengatakan pihaknya sudah memeriksa EP sebagai saksi pelapor termasuk mendalami isi laporan. Polisi juga menyelidiki hasil visum dua rumah sakit Blitar yang menjadi bukti laporan kekerasan.

Terkait apakah Polda akan segera memanggil terlapor (Samanhudi Anwar), secara diplomatis Frans mengatakan pihaknya akan melalui prosedur yang berlaku. "Kita akan melalui prosedur yang ada," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
5 Cara Memulihkan dari...
5 Cara Memulihkan dari Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga
Mengupas UU Penghapusan...
Mengupas UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Pandemi Covid-19 Meningkatkan...
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Tegaskan KDRT Bukan...
Tegaskan KDRT Bukan Urusan Privat, Partai Perindo: Perlu Sistem dan Tata Kelola Terstruktur-Berkelanjutan
RPA Perindo Dampingi...
RPA Perindo Dampingi Korban Kekerasan Seksual dan KDRT Minta Perlindungan ke LPSK
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
5 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
7 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
8 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
9 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
9 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
10 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved