Kemendagri Akan Pantau Kondisi Makassar

Selasa, 06 Februari 2018 - 00:46 WIB
Kemendagri Akan Pantau...
Kemendagri Akan Pantau Kondisi Makassar
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengaku belum menerima laporan terkait kondisi di Makassar, Sulawesi Selatan, termasuk usulan pergantian posisi Kepala BPKAD.

"Kasus Makassar belum masuk, tapi nanti akan saya pantau kondisi di Makassar," ungkap Sumarsono saat dihubungi, Senin (5/2/2018).

Menanggapi tunggakan gaji PNS, dia meminta wali kota mengambil langkah cepat. Menurutnya, wali kota sebagai penguasa pengguna anggaran bisa mengambil alih kewenangan tersebut.

"Bisa ditarik ke atas baru bisa gajian. Harusnya memang wali kota bisa mengambil langkah cepat sehingga pegawainya bisa gajian," katanya.

Seperti diketahui, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang gencar mengusut kasus dugaan korupsi di lingkup Pemkot Makassar. Dampak penyidikan sangat berpengaruh terhadap roda pemerintahan pascaditetapkannya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Erwin Syafruddin Haiyya sebagai tersangka. Salah satunya adalah belum dibayarnya gaji ribuan pegawai termasuk anggota DPRD.

Celakanya, penyidikan kasus ini semakin gencar dilakukan. Bahkan sebagian pejabat diperiksa secara maraton, termasuk Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. "Tidak hanya Kapolri, Mendagri juga harus turun tangan ke Makassar untuk melihat langsung situasi disana (Makassar)," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Menurut Neta, penyidikan kasus dugaan korupsi selama proses pemilihan kepala daerah harus dihentikan. Hal ini mengacu pada surat imbauan Kapolri sebelumnya yakni Jenderal (Purn) Badrodin Haiti yang memerintah pengusutan kasus terhadap calon kepala daerah harus menunggu proses pilkada selesai. "Kalau ini diteruskan, jelas akan menganggu roda pemerintahan. Bahkan katanya ribuan pegawai sampai saat ini belum terima gaji," tegasnya. (Baca juga: Ribuan Pegawai Terancam Tak Digaji ).

Seperti diketahui, Pilkada Kota Makassar diikuti dua pasangan calon yakni Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari dan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi.

Mohammad Ramdhan Pomanto yang merupakan calon incumbent maju melalui jalur independen. Sementara, pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi melalui jalur partai politik dengan diusung 10 partai yakni Partai NasDem, Golkar, PDIP, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan PKPI.
(zik)
Berita Terkait
Realisasi APBD Masih...
Realisasi APBD Masih Rendah, Sejumlah Pejabat Pemkot Makassar Terancam Nonjob
APBD 2021 Kota Makassar...
APBD 2021 Kota Makassar Diproyeksikan Menurun
Dewan Dorong Anggaran...
Dewan Dorong Anggaran Sertifikasi Aset Daerah di APBD-P
DPRD Makassar Setujui...
DPRD Makassar Setujui Ranperda LPJ APBD 2019 jadi Perda
Anggaran Dinas PU Makassar...
Anggaran Dinas PU Makassar Naik Rp70 Miliar di APBD 2021
Ditolak Dewan, Pemkot...
Ditolak Dewan, Pemkot Berencana Usul Ulang Program di APBD 2021
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
12 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved