APBD 2021 Kota Makassar Diproyeksikan Menurun
Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:06 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengaku sudah menyetor draf kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2021 ke DPRD .
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Rahmat Mappatoba mengatakan, asumsi proyeksi anggaran di 2021 sedikit mengalami perubahan. Itu dikarenakan dampak pandemi COVID-19 dinilai masih akan berlangsung hingga dua tahun ke depan.
"Kita sudah kirim draf rancangan KUA-PPAS 2021 ke dewan, tinggal tunggu jadwal pembahasan. Kita fokus ke berbagai sektor khususnya pemulihan ekonomi ," kata Rahmat, kepada SINDOnews, Rabu (21/10/2020).
Baca juga: Revitalisasi Anjungan Pantai Losari Tunggu Persetujuan Kemendagri
Diakui Rahmat, proyeksi APBD 2021 mengalami penurunan. Begitu pula dengan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun demikian, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Makassar diproyeksikan lebih dari Rp1 triliun.
Pada APBD 2020, target PAD Kota Makassar mencapai Rp1,7 triliun. Namun, target itu turun drastis hingga Rp900 miliar akibat refocusing. Begitu juga dengan dana dari pusat yang mencapai Rp1,8 triliun.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Rahmat Mappatoba mengatakan, asumsi proyeksi anggaran di 2021 sedikit mengalami perubahan. Itu dikarenakan dampak pandemi COVID-19 dinilai masih akan berlangsung hingga dua tahun ke depan.
"Kita sudah kirim draf rancangan KUA-PPAS 2021 ke dewan, tinggal tunggu jadwal pembahasan. Kita fokus ke berbagai sektor khususnya pemulihan ekonomi ," kata Rahmat, kepada SINDOnews, Rabu (21/10/2020).
Baca juga: Revitalisasi Anjungan Pantai Losari Tunggu Persetujuan Kemendagri
Diakui Rahmat, proyeksi APBD 2021 mengalami penurunan. Begitu pula dengan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun demikian, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Makassar diproyeksikan lebih dari Rp1 triliun.
Pada APBD 2020, target PAD Kota Makassar mencapai Rp1,7 triliun. Namun, target itu turun drastis hingga Rp900 miliar akibat refocusing. Begitu juga dengan dana dari pusat yang mencapai Rp1,8 triliun.
Lihat Juga :