Kuburan Putri Ayu, Saksi Perlawanan Rakyat Jambi terhadap Belanda

Senin, 05 Februari 2018 - 05:00 WIB
Kuburan Putri Ayu, Saksi...
Kuburan Putri Ayu, Saksi Perlawanan Rakyat Jambi terhadap Belanda
A A A
Di Jambi, ada satu kuburan yang dianggap sakral, yaitu kuburan Putri Ayu Nyimas Rahima. Dia adalah istri Sultan Muhammad, raja yang pernah memerintah Jambi.

Nyimas Rahima adalah putri Kemas Mahmud. Dia adalah seorang pria terhormat di Jambi. Nyimas Rahima sangat cantik. Dia juga memiliki sopan santun serta suka membantu membantu.

Dia juga sangat religius, orang senang mendengarkan suaranya yang hebat saat dia membacakan kitab suci Alquran. Dengan kualitas yang dimilikinya, tak heran banyak orang mencintainya.

Saat itu Jambi sedang berperang dengan Belanda. Orang bertempur dengan gagah berani. Mereka dipimpin oleh Sultan Muhammad, raja mereka yang bijak, kuat, dan muda.

Raja mendengar tentang Nyimas Rahima. Dia penasaran dengannya dan ingin melihat betapa cantiknya dia. Jadi, suatu malam dia diam-diam meninggalkan pertempuran hanya untuk menemui Nyimas Rahima.

Raja pun tiba di rumah Kemas Mahmud yang terkejut dengan kedatangan tamunya. Raja akhirnya bertemu dengan Nyimas Rahima. Raja jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak ada yang tahu bahwa Nyimas Rahima juga mencintainya. Dia telah lama mengagumi raja.

Raja tidak mau membuang waktu. Dia mengusulkan agar Nyimas Rahima menjadi istrinya. Usulan itu diterima. Karena mereka berada di tengah perang, keluarganya sepakat untuk tidak merayakan pernikahan dalam sebuah upacara yang besar. Jadi pernikahan itu diadakan secara sangat sederhana.

Raja membawa Nyimas Rahima ke istananya. Dia kemudian bernama Putri Ayu. Raja dan ratu hidup bahagia. Ketika raja meninggalkannya untuk bergabung dalam perang, sang ratu tidak pernah berhenti berdoa untuknya.

Dia mengurus kerajaan dengan sangat baik saat suaminya pergi. Orang-orang sangat bersyukur memiliki Putri Ayu sebagai ratu mereka.

Hidup mereka menjadi jauh lebih bahagia saat mereka melahirkan anak laki-laki. Raja menamakannya Adipati. Raja tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya. Perang belum berakhir. Sang ratu mengerti bahwa suaminya harus mempertahankan tanah air mereka.

Dia selalu mengajarkan anaknya tentang patriotisme. Pangeran Adipati tumbuh lebih besar dan ia sering bertanya mengapa ayahnya sering meninggalkan istana. Ratu mengatakan kepada pangeran bahwa ayahnya harus mempertahankan tanah air mereka.

Raja dan ratu akan memiliki anak kedua. Ya, ratu itu sedang hamil sementara perang semakin memburuk. Belanda melipatgandakan jumlah tentara mereka. Dan itu membuat sang raja bekerja lebih keras.

Raja belum pulang selama berbulan-bulan. Ratu hendak melahirkan bayinya dan Dia tidak mengeluh. Dia masih mengurus kerajaan dengan baik, namun kondisinya semakin lemah serta tidak sehat.

Kondisi ratu semakin memburuk, kesehatannya menurun drastis. Tuhan pun punya rencana lain. Ratu akhirnya meninggal dan dimakamkan di taman istana. Makam itu dibangun dengan indah.

Pangeran Adipati sangat sedih. Dia baru saja kehilangan ibunya dan dia tidak tahu di mana ayahnya berada. Sayangnya Belanda telah mendekati istana. Pangeran diminta untuk meninggalkan istana.

Setelah pangeran meninggalkan istana, tentara Belanda tiba di istana yang kosong. Mereka tidak menemukan siapa pun. Sebagai gantinya mereka menemukan kuburan yang indah.

Mereka bertanya siapa yang dikuburkan di sana. Ketika mereka tahu tentang Putri Ayu, Belanda memutuskan untuk tidak menghancurkan kuburan tersebut. Kuburan itu kini masih ada dan masyarakat setempat setempat menganggapnya sebagai kuburan suci.

Sumber:
ceritarakyatnusantara
winrymariniblgospot
diolah dari berbagai sumber
(nag)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
4 menit yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
1 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
1 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
2 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
2 jam yang lalu
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
3 jam yang lalu
Infografis
Mutiara Annisa Baswedan,...
Mutiara Annisa Baswedan, Putri Anies yang Raih Beasiswa LPDP ke Harvard
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved