DKI Gandeng Norwegia dan Denmark Atasi Persoalan Sampah

Selasa, 30 Januari 2018 - 21:41 WIB
DKI Gandeng Norwegia...
DKI Gandeng Norwegia dan Denmark Atasi Persoalan Sampah
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta fokus mewujudkan komitmen Indonesia untuk kurangi sampah hingga 30% dan sampah plastik hingga 70% di 2022 mendatang. Selain melibatkan warga untuk penanganan sampah dihulu, DKI gandeng pemerintah Denmark dan Norwegia untuk penanganan sampah plastik di hilir atau laut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah hingga 30% dan sampah plastik 70% di 2022 harus dilaksanakan di Jakarta dengan serius. Dia pun akan meneruskan penanganan sampah yang sudah berjalan terutama berkaitan dengan pembersihan sampah-sampah plastik yang hari ini banyak di sungai-sungai, baik dengan pemasangan jaring-jaring penjerat di sungai kemudian tim pembersih yang turun secara reguler setiap hari itu bisa membantu membersihkan.

Kendati demikian, disisi lain yang dibutuhkan adalah warga Jakarta yang mengurangi penggunaan plastik dan mengurangi pembuangan plastik ke sungai. Anies menuturkan, salah satu masalah terbesar dunia hari ini adalah ketika laut terpenuhi dengan sampah-sampah plastik.
Bahkan bahwa tidak mungkin suatu saat nanti volume sampah plastik di laut Jakarta melebihi dari volume atau jumlah makhluk yang berada di sana. Untuk itu, Anies meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Denmark, Norwegia dan World Bank untuk mengatasi hal itu.

Anies mengaku, sudah membicarakan dengan duta besar negara-negara tersebut dan ada beberapa inisiatif kegiatan yang akan dilakukan."Tapi yang tidak kalah penting bagi kita adalah bukan soal membersihkan Hilir saja , tantangan utamanya justru membereskan hulunya," kata Anies di pintu air Mangarai, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Deputi Bidang Kedaulatan Kemaritiman Kemenko Maritim Havas Oegroseno mengatakan kerja sama dengan DKI, World bank, Norwegia dan Denmark itu khusus di bidang penanganan sampah khususnya sampah plastik yang sampai ke laut. Berdasarkan data Lembaga Iilmu Penelitian indonesia (LIPI) menyimpulkan ada beberapa jenis plastik yang terurai sehingga ukurnannya 0,2 mili dan plastik yang ukurannya 0,2 mili sudah dimakan dikonsumsi oleh ikan teri.

Bayangkan apabila ikan teri sudah makan plastik kemudian manusia makan teri yang ada plastiknya, itu bisa menimbulkan penyakit. Kemudian juga hasil survei oleh Universitas Hasanudin di Makassar, mereka melihat satu pasar ikan itu 28% ikan yang ada di pasar ikan mengkonsumsi plastik.

"Khusus di DKI ini kita menyusun program bersama dengan Pemda DKI dan Dinas kebersihan secara spesifik melakukan asesmen mengenai plastik yang ada di sungai jakarta," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Sindir Anies, Warganet...
Sindir Anies, Warganet : Piagam dan Piala Seabrek Gagal Tangani Banjir
Selesai Salat Subuh...
Selesai Salat Subuh di Masjid Nurul Abrar, Anies Cek Piano di Gereja Sion
Kembali Bangun Musala...
Kembali Bangun Musala di Halte Transjakarta, Nitizen : Masya Allah Pak Anies
Survei IPO: Anies Baswedan...
Survei IPO: Anies Baswedan Kepala Daerah Paling Responsif Tangani Covid-19
Anies Bersyukur Jakarta...
Anies Bersyukur Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis se-Indonesia
Berangkat Kerja Naik...
Berangkat Kerja Naik MRT, Anies Diminta Setiap Hari Gunakan Moda Transportasi
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
2 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
3 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
3 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
6 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
7 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved