DPR Akan Panggil Pemerintah Terkait Seringnya Proyek Infrastruktur Ambruk

Selasa, 23 Januari 2018 - 08:20 WIB
DPR Akan Panggil Pemerintah...
DPR Akan Panggil Pemerintah Terkait Seringnya Proyek Infrastruktur Ambruk
A A A
JAKARTA - Komisi V DPR mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam program pembangunan infrastruktur. Hanya sepekan setelah selasar Gedung BEI ambruk, kejadian serupa juga terjadi di proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome.

"Dulu di Cikampek, kemudian di Bogor, sekarang Jakarta. Sepertinya tidak ada keseriusan pemerintah dalam menangani kasus serupa," kata anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi pada Senin, 22 Januari 2018 di Gedung DPR.

Menurutnya, robohnya konstruksi jalan bukan yang pertama terjadi. Pada 16 November 2017 lalu misalnya kejadian serupa terjadi di Cikampek dan mengakibatkan macet parah. Berbagai kejadian tersebut membuat Nurhasan menyatakan geram dengan kementerian terkait.

Penyebab robohnya kontruksi LRT, masih di investigasi dan belum ada keterangan lebih lanjut. Nurhasan berpendapat bahwa kecelakaan ini akibat proyek pembangunan dari pemerintah yang dilaksanakan serentak dan mengejar target.

"Saya menduga ada beban moral para pekerja akibat deadline yang diberikan mepet. Sehingga penyelesaian di kejar-kejar, minim pengawasan dan menimbulkan resiko ketelitian dan kecelakaan yang besar," ujarnya.

Dengan kasus ini, politisi PKS ini menuturkan, Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur dan perhubungan akan tegas terhadap kasus ini. "Kita akan panggil kementerian terkait dan akan kami tindak tegas. Kita tidak ingin menambah korban serta mencoreng pencapaian infrastukrur Indonesia," tegasnya.

Begitupun dengan Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro menyesalkan robohnya konstruksi LRT. Dia pun mempertanyakan apakah pengerjaan proyek LRT tersebut sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Kalau baru mau dibangun sudah ambruk, ini kan pasti pengerjaannya bermasalah dan tidak sesuai dengan RAB," ucapnya saat dihubungi.

Politisi Partai Gerindra ini meminta kementerian maupun rekanan tidak main-main dalam pengerjaan proyek infrastruktur yang dilakukan. Dia menekankan pentingnya pengerjaan proyek yang sesuai dengan RAB. Dengan demikian, kualitas hasil pengerjaan akan baik dan tidak akan ambruk.

"Kami minta kepada instansi terkait untuk bertanggung jawab atas insiden ini," ungkapnya.
(whb)
Berita Terkait
Atap Bangunan Proyek...
Atap Bangunan Proyek Gedung Pertamuan Hotel Roboh dan Timpa 9 Pekerja
Polisi Periksa Supervisor...
Polisi Periksa Supervisor hingga Pekerja Proyek Terkait Bangunan SMA 96 Jakarta Roboh
Proyek Bangunan Gerai...
Proyek Bangunan Gerai ODTW Roboh, Wakil Ketua DPRD: Ada Dugaan Kegagalan Perencanaan
Tembok Pembatas Proyek...
Tembok Pembatas Proyek Hotel Roboh, 4 Pekerja di Semarang Tewas
Dua Tukang yang Tewas...
Dua Tukang yang Tewas di Rumah Tua di Benhil Murni Akibat Kecelakaan Kerja
Bangunan SMK 1 Cileungsi...
Bangunan SMK 1 Cileungsi Bogor Ambruk, 31 Siswa Dievakuasi ke Rumah Sakit
Berita Terkini
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
13 menit yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
19 menit yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
40 menit yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
1 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
2 jam yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
2 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved