Ini Rentetan Kecelakaan Kerja di Megaproyek LRT dan MRT
Senin, 22 Januari 2018 - 11:25 WIB
Ini Rentetan Kecelakaan Kerja di Megaproyek LRT dan MRT
A
A
A
JAKARTA - Dua megaproyek besar yaknli light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) tengah dikerjakan di DKI Jakarta. Megaproyek transportasi massal ini digadang-gadang dapat mengurai kemacetan di Jakarta, sehingga jumlah pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke angkutan umum.
Namun, pengerjaan dua proyek ini beberapa bulan terakhir kerap diwarnai kecelakaan kerja. Korban luka-luka dan kerugian meteril pun terjadi akibat kecelakaan kerja tersebut.
Terbaru, pada Senin (20/1/2018) konstruksi beton LRT rute Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur ambruk. Sebanyak lima pekerja menderita luka-luka. Dua di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan di RS Columbia Asia.( Baca: Konstruksi Beton Light Rail Transit Ambruk )
Kecelakaan kerja di LRT rute Kelapa Gading-Velodrome ini bukan kali pertama. Pada, Selasa 13 Oktober 2017 lalu, kecelakaan kerja juga terjadi di proyek LRT Kepala Gading-Velodrome yang disiapkan untuk menunjang pelaksanaan ASIAN Games 2018 di Jakarta tersebut.
Tiang proyek konstruksi LRT menimpa dua rumah warga di Jalan Kelapa Nias Raya, Blok PA 3, No 02, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bagian konstruksi itu adalah penyambung untuk infranstruktur LRT koridor Kelapa Gading.
Robohnya fortal gentry ini membuat rumah milik Doni Cahyadi Karta Blok PA 3 No 02 Pegangsaan Dua, bangunan berlantai dua dengan lebar 8X12 M dan mengalami rusak pada atap rumah. ( Baca: Tiang Proyek LRT Timpa Dua Rumah Warga di Kelapa Gading )
Saat itu, pemenang proyek tersebut tengah memasang penyambung untuk infranstruktur LRT koridor Kelapa Gading. Namun, belum diketahui penyebab jatuhnya tiang tersebut. Saat melakukan pemasangan I gilder dan fortal gentry roboh menimpa atap rumah Doni Kartadi Cahya.
Rumah tersebut dihuni tujuh orang karyawan Doni Cahyadi yang bergerak di bidang dekorasi bernama Dream Flavours. Polisi menduga ‎penyebab jatuhnya tiang proyek konstruksi LRT tersebut akibat kesalahan teknis. Karena, gagal angkat beban saat melakukan percobaan.
![Ini Rentetan Kecelakaan Kerja di Megaproyek LRT dan MRT]()
Tiga hari sebelum peristiwa di Kelapa Gading, kecelakaan kerja juga terjadi di proyek tiang pancang LRT di depan Menara Saidah, Jakarta Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 12 Oktober 2017 lalu, diakibatkan tanah tersebut longsor yang tergerus oleh hujan saat itu.
Akibat longsornya tanah tersebut, pagar proyek pembangunan tiang pancang LRT pun turut ambles. Dalam insiden itu, tak ada korban jiwa maupun peralatan yang rusak berarti. Namun, pagar kerja proyek turut terperosok bersama longsoran tanah itu.( Baca: Longsor di Tiang pancang LRT Menara Saidah Dipastikan Aman )
![Ini Rentetan Kecelakaan Kerja di Megaproyek LRT dan MRT]()
Tak hanya LRT, kecelakaan kerja juga terjadi di proyek pembangunan MRT. Pada, Sabtu 4 November 2017 lalu, OCS parapet di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan. Seorang pemotor beserta kendaraan yang kebetulan berada di bawah pun tertimpa beton tersebut. (Baca: Ini Penyebab Beton Proyek MRT Jatuh di Jalan Wijaya II)
Beruntung pemotor tersebut hanya menderita luka ringan, meski sepeda motor kesayangannya rusak. Direktur Konstruksi PT MRT Silvia Halim saat itu mengatakan, penyebab jatuhnya OCS parapet di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, akibat kondisi pekerjaan lifting plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder.
Selain itu, pemasangan parapet itu juga tidak mengikuti risk assessment–job safety analysis dan lifting plan yang sudah tercantum dalam method statement, yaitu lifting boom yang terlalu panjang.
![Ini Rentetan Kecelakaan Kerja di Megaproyek LRT dan MRT]()
Pengerjaan dua proyek besar di Jakarta ini beberapa bulan ke depan diperkirakan rampung. Tentunya kita berharap, agar kecelakaan kerja ini tak terulang kembali. Faktor keselamatan pun harus menjadi perhatian serius bagi pelaksana serta pekerja di dua megaproyek tersebut.
Namun, pengerjaan dua proyek ini beberapa bulan terakhir kerap diwarnai kecelakaan kerja. Korban luka-luka dan kerugian meteril pun terjadi akibat kecelakaan kerja tersebut.
Terbaru, pada Senin (20/1/2018) konstruksi beton LRT rute Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur ambruk. Sebanyak lima pekerja menderita luka-luka. Dua di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan di RS Columbia Asia.( Baca: Konstruksi Beton Light Rail Transit Ambruk )
Kecelakaan kerja di LRT rute Kelapa Gading-Velodrome ini bukan kali pertama. Pada, Selasa 13 Oktober 2017 lalu, kecelakaan kerja juga terjadi di proyek LRT Kepala Gading-Velodrome yang disiapkan untuk menunjang pelaksanaan ASIAN Games 2018 di Jakarta tersebut.
Tiang proyek konstruksi LRT menimpa dua rumah warga di Jalan Kelapa Nias Raya, Blok PA 3, No 02, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bagian konstruksi itu adalah penyambung untuk infranstruktur LRT koridor Kelapa Gading.
Robohnya fortal gentry ini membuat rumah milik Doni Cahyadi Karta Blok PA 3 No 02 Pegangsaan Dua, bangunan berlantai dua dengan lebar 8X12 M dan mengalami rusak pada atap rumah. ( Baca: Tiang Proyek LRT Timpa Dua Rumah Warga di Kelapa Gading )
Saat itu, pemenang proyek tersebut tengah memasang penyambung untuk infranstruktur LRT koridor Kelapa Gading. Namun, belum diketahui penyebab jatuhnya tiang tersebut. Saat melakukan pemasangan I gilder dan fortal gentry roboh menimpa atap rumah Doni Kartadi Cahya.
Rumah tersebut dihuni tujuh orang karyawan Doni Cahyadi yang bergerak di bidang dekorasi bernama Dream Flavours. Polisi menduga ‎penyebab jatuhnya tiang proyek konstruksi LRT tersebut akibat kesalahan teknis. Karena, gagal angkat beban saat melakukan percobaan.

Tiga hari sebelum peristiwa di Kelapa Gading, kecelakaan kerja juga terjadi di proyek tiang pancang LRT di depan Menara Saidah, Jakarta Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 12 Oktober 2017 lalu, diakibatkan tanah tersebut longsor yang tergerus oleh hujan saat itu.
Akibat longsornya tanah tersebut, pagar proyek pembangunan tiang pancang LRT pun turut ambles. Dalam insiden itu, tak ada korban jiwa maupun peralatan yang rusak berarti. Namun, pagar kerja proyek turut terperosok bersama longsoran tanah itu.( Baca: Longsor di Tiang pancang LRT Menara Saidah Dipastikan Aman )

Tak hanya LRT, kecelakaan kerja juga terjadi di proyek pembangunan MRT. Pada, Sabtu 4 November 2017 lalu, OCS parapet di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan. Seorang pemotor beserta kendaraan yang kebetulan berada di bawah pun tertimpa beton tersebut. (Baca: Ini Penyebab Beton Proyek MRT Jatuh di Jalan Wijaya II)
Beruntung pemotor tersebut hanya menderita luka ringan, meski sepeda motor kesayangannya rusak. Direktur Konstruksi PT MRT Silvia Halim saat itu mengatakan, penyebab jatuhnya OCS parapet di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, akibat kondisi pekerjaan lifting plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder.
Selain itu, pemasangan parapet itu juga tidak mengikuti risk assessment–job safety analysis dan lifting plan yang sudah tercantum dalam method statement, yaitu lifting boom yang terlalu panjang.

Pengerjaan dua proyek besar di Jakarta ini beberapa bulan ke depan diperkirakan rampung. Tentunya kita berharap, agar kecelakaan kerja ini tak terulang kembali. Faktor keselamatan pun harus menjadi perhatian serius bagi pelaksana serta pekerja di dua megaproyek tersebut.
(whb)