Pra Konstruksi Pembunuhan Arsitek Feri Ungkap Banyak Fakta Baru

Jum'at, 12 Januari 2018 - 21:01 WIB
Pra Konstruksi Pembunuhan...
Pra Konstruksi Pembunuhan Arsitek Feri Ungkap Banyak Fakta Baru
A A A
DEPOK - Motif pembunuhan terhadap Feri Firman, arsitek yang ditemukan tewas di rumahnya mulai menemui titik terang. Hari ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Unit Jatanras Polda Metro Jaya menggelar pra rekonstruksi di lokasi kejadian, Komplek Poin Mas, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok.

Diketahui, Feri ditemukan tewas membusuk di rumahnya pada Jumat 5 Januari 2018. Pembunuhan diduga dilakukan pada awal Desember 2017. Tersangka adalah Acep Mulyadi (20). Dalam pra rekonstruksi siang tadi, Feri mempragakan 57 adegan. (Baca:Mayat Membusuk di Perumahan Poin Mas Depok Ternyata Korban Pembunuhan )

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Stevanus mengatakan, dari hasil pra rekonstruksi diketahui bahwa motif pembunuhan tersebut dikarenakan sakit hati. Pelaku kesal dengan omongan korban. "Ada kata-kata yang membuat sakit hati pelaku. Kemudian korban ditusuk hingga sekarat lalu ditinggalkan," ujar Stevanus di lokasi.

Dari pra rekonstruksi terungkap bahwa pelaku datang ke rumah korban untuk meminjam uang. Pelaku beralasan ingin membayar kontrakan orang tuanya. Di rumah korban Acep sempat disuruh korban memijat. Setelah itu Acep kembali mengungkapkan niatnya meminjam uang, dan terlontarlah kata-kata dari korban yang menyakitkan pelaku.

"Korban bilang kamu (Acep) pikirannya uang melulu. Pelaku kemudian sakit hati dan menusuk korban di bagian leher kanan," tukasnya. (Baca: Hasil Autopsi, Arsitek Feri Tewas Akibat Tusukan Benda Tajam)

Stevanus menegaskan bahwa kasus ini kriminal murni. Tidak ada rencana pelaku melakukan pembunuhan sebelumnya. Adapun gunting yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban sudah ada di rumah itu.

"Jadi ini bukan pembunuhan berencana. Tapi dilakukan secara spontan," pungkasnya. (Baca:Hanya Pakai Celana Dalam, Deni Terbujur Kaku di Kontrakan )
(thm)
Berita Terkait
Ungkap Kasus Besar di...
Ungkap Kasus Besar di Tahun 2020, 22 Anggota Polres Depok Terima Penghargaan
Sakit Hati Disebut Tidak...
Sakit Hati Disebut Tidak Berguna jadi Motif Pembunuhan Wanita Bugil di Depok
Pembunuh Anggota TNI...
Pembunuh Anggota TNI Sudah Bawa Pisau Lipat dari Rumah
Pembunuhan Wanita di...
Pembunuhan Wanita di Apartemen Margonda Depok, Pelaku Terancam Hukuman Mati
Fakta Baru Pembunuhan...
Fakta Baru Pembunuhan Janda di Depok, Bermula dari Hubungan Badan hingga Pemukulan Berkali-kali
Diduga Dibunuh Pacar,...
Diduga Dibunuh Pacar, Arwah Janda Ini Datangi Mantan Suami Titipkan Anak
Berita Terkini
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
9 menit yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
16 menit yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
2 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
2 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
2 jam yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved