Delapan Kasus Difteri di Kabupaten Bekasi Tidak Terbukti

Rabu, 10 Januari 2018 - 05:41 WIB
Delapan Kasus Difteri...
Delapan Kasus Difteri di Kabupaten Bekasi Tidak Terbukti
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan delapan kasus difteri yang menyerang warganya beberapa waktu lalu tidak terbukti. Setelah diperiksa lebih lanjut, penemuan kasus tersebut dinyatakan negatif.

”Sebelumnya ditemukan delapan kasus, tapi itu suspect atau baru diduga terjangkit. Setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada atau negatif. Jadi di wilayah kami bebas difteri,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti pada Selasa, 9 Januari 2018 kemarin.

Menurut Sri, ditemukannya delapan kasus difteri di Kabupaten Bekasi ini didapat berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat. Selain Kabupaten Bekasi, sebanyak 23 kasus difteri ditemukan juga di Kota Bekasi. Jumlah tersebut melengkapi kasus difteri di Jabar menjadi 224 kasus dari 23 kabupaten/kota.

Bahkan, sebanyak 15 orang yang berada di wilayah Jawa Barat dinyatakan meninggal dunia. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Dinkes Kabupaten Bekasi langsung melakukan penelurusan. Hasilnya, delapan orang yang terindikasi tersebut hanya menyerupai difteri.

Berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis setempat, pasien suspect difteri ini mengeluhkan sakit pada tenggorokan kemudian terjadi pembengkakan pada kelenjar leher.”Setelah dilakukan pemeriksaan, tim dokter menyatakan itu bukan difteri,” ujarnya.

Eni menjelaskan, delapan pasien suspect difteri tersebut, masih berusia sekolah yakni berusia 7-15 tahun. Meski delapan kasus dinyatakan negatif, Enny memastikan program pencegahan difteri berlanjut melalui imunisasi.( Baca: Puluhan Puskesmas di Bekasi Berikan Layanan Gratis Vaksin Difteri )

Hingga Juli 2018, imunsasi terus dilakukan baik melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun jemput ke sekolah.Eni mengaku, pemerintah setempat telah melakukan imunisasi sejak akhir tahun lalu dengan targetan sebanyak 1.100.446 orang tervaksinasi. Sedang, hingga Januari ini baru sekitar 600.000 orang dengan targetan imunisasi kepada warga hingga Juli mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti menegaskan, walaupun tidak ditemukan adanya warga yang terkena difteri. Namun, pengawasan dan imunisasi harus terus dilakukan pemerintah. ”Antisipasi pencegahan harus dilakukan secara dini oleh pemerintah,” tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
3 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
3 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
4 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
4 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved