PPP Kembali Ingatkan Komitmen Ridwan Kamil Mengenai Wakil
Selasa, 19 Desember 2017 - 17:53 WIB
PPP Kembali Ingatkan Komitmen Ridwan Kamil Mengenai Wakil
A
A
A
BANDUNG - Di tengah gejolak politik yang dialami kandidat cagub Jabar Ridwan Kamil dalam proses penentuan pasangannya, PPP kembali mengingatkan Emil terkait komitmennya memilih kader PPP Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon wakilnya.
Pasalnya, saat partai berlambang kakbah tersebut mengeluarkan surat keputusan (SK), Ridwan Kamil telah menyepakati perjanjian, salah satunya memilih kader PPP Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangannya.
"Dari awal PPP mendukung Ridwan Kamil dengan Pak Uu jadi wakilnya. Sudah dipaketkan. Itu sudah ditandatangani (Emil) di SK-nya," tegas Sekretaris DPW PPP Jabar Pepep Syaiful Hidayat melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (19/12/2017).
Dengan begitu, bagi PPP, pemilihan Uu sudah mutlak. Sehingga, Wali Kota Bandung itu mau tak mau harus memenuhi komitmennya. "Makanya Ketum (Romahurmuziy) berulang-ulang kapan Ridwan Kamil akan memdeklarasikan Pak Uu sebagai wakil," ujarnya.
Terlebih, lanjut Pepep, berdasarkan data dan fakta saat ini, Uu Ruzhanul Ulum menjadi kandidat cawagub paling potensial dibandingkan kandidat lainnya.
Dari sisi popularitas dan elektabilitas di masyarakat pun, Uu Ruzhanul Ulum menempati posisi tertinggi mengalahkan kandidat cawagub yang diusung parpol pengusung Emil lainnya.
Bahkan, untuk aspek kepemimpinan pun, Pepep menilai Uu Ruzhanul Ulum sebagai sosok terbaik karena telah teruji sejak lama menjadi seorang pemimpin, mulai saat menjadi anggota dan ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya hingga terpilih sebagai Bupati Tasikmalaya selama dua periode.
Kriteria yang dimiliki Uu ini, tambah Pepep, sesuai dengan kriteria yang diinginkan Emil dalam memilih cawagub pendampingnya, yakni memiliki kepemimpinan, popularitas, serta elektabilitas yang baik. "Dengan data dan fakta saat ini, masa (Emil) masih ragu memilih Pak Uu. Kami PPP tidak ragu mengusung Pak Uu," katanya yakin.
Oleh karena itu, Pepep kembali menegaskan, partainya tak akan sungkan mencabut dukungan jika Uu tidak terpilih sebagai cawagub pendamping Emil. "Kita sudah tegas, akan menarik dukungan jika Pak Uu tidak terpilih," tegasnya lagi.
Disinggung sikap PKB yang juga menginginkan kadernya menjadi cawagub pendamping Emil, Pepep mengaku heran. Pasalnya, kata Pepep, sejak awal mengusung Emil, PKB tidak mengajukan paket pasangan Emil dengan cawagubnya.
"PPP yang pertama mengusung dengan paket pasangan. PKB dan NasDem tidak. Jadi kenapa sekarang menanyakan wakil? Makanya kami mempertanyakan ruang komunikasai yang dilakukan Ridwan Kamil dengan partai lain," tuturnya.
Emil sendiri menyatakan, dirinya hanya akan memilih pendampingnya yang memenuhi sejumlah kriteria. Selain mempertimbangkan hasil opini dari para tokoh masyarakat, Emil sangat menginginkan sosok cawagub yang memiliki kepemimpinan yang baik, elektabilitas tertinggi, dan cocok dengannya.
"Kepemimpinan, elektabilitas, dan chemistry. Jadi (pertimbangannya) tidak hanya opini, tapi juga hasil survei terakhir," pungkasnya.
Pasalnya, saat partai berlambang kakbah tersebut mengeluarkan surat keputusan (SK), Ridwan Kamil telah menyepakati perjanjian, salah satunya memilih kader PPP Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangannya.
"Dari awal PPP mendukung Ridwan Kamil dengan Pak Uu jadi wakilnya. Sudah dipaketkan. Itu sudah ditandatangani (Emil) di SK-nya," tegas Sekretaris DPW PPP Jabar Pepep Syaiful Hidayat melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (19/12/2017).
Dengan begitu, bagi PPP, pemilihan Uu sudah mutlak. Sehingga, Wali Kota Bandung itu mau tak mau harus memenuhi komitmennya. "Makanya Ketum (Romahurmuziy) berulang-ulang kapan Ridwan Kamil akan memdeklarasikan Pak Uu sebagai wakil," ujarnya.
Terlebih, lanjut Pepep, berdasarkan data dan fakta saat ini, Uu Ruzhanul Ulum menjadi kandidat cawagub paling potensial dibandingkan kandidat lainnya.
Dari sisi popularitas dan elektabilitas di masyarakat pun, Uu Ruzhanul Ulum menempati posisi tertinggi mengalahkan kandidat cawagub yang diusung parpol pengusung Emil lainnya.
Bahkan, untuk aspek kepemimpinan pun, Pepep menilai Uu Ruzhanul Ulum sebagai sosok terbaik karena telah teruji sejak lama menjadi seorang pemimpin, mulai saat menjadi anggota dan ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya hingga terpilih sebagai Bupati Tasikmalaya selama dua periode.
Kriteria yang dimiliki Uu ini, tambah Pepep, sesuai dengan kriteria yang diinginkan Emil dalam memilih cawagub pendampingnya, yakni memiliki kepemimpinan, popularitas, serta elektabilitas yang baik. "Dengan data dan fakta saat ini, masa (Emil) masih ragu memilih Pak Uu. Kami PPP tidak ragu mengusung Pak Uu," katanya yakin.
Oleh karena itu, Pepep kembali menegaskan, partainya tak akan sungkan mencabut dukungan jika Uu tidak terpilih sebagai cawagub pendamping Emil. "Kita sudah tegas, akan menarik dukungan jika Pak Uu tidak terpilih," tegasnya lagi.
Disinggung sikap PKB yang juga menginginkan kadernya menjadi cawagub pendamping Emil, Pepep mengaku heran. Pasalnya, kata Pepep, sejak awal mengusung Emil, PKB tidak mengajukan paket pasangan Emil dengan cawagubnya.
"PPP yang pertama mengusung dengan paket pasangan. PKB dan NasDem tidak. Jadi kenapa sekarang menanyakan wakil? Makanya kami mempertanyakan ruang komunikasai yang dilakukan Ridwan Kamil dengan partai lain," tuturnya.
Emil sendiri menyatakan, dirinya hanya akan memilih pendampingnya yang memenuhi sejumlah kriteria. Selain mempertimbangkan hasil opini dari para tokoh masyarakat, Emil sangat menginginkan sosok cawagub yang memiliki kepemimpinan yang baik, elektabilitas tertinggi, dan cocok dengannya.
"Kepemimpinan, elektabilitas, dan chemistry. Jadi (pertimbangannya) tidak hanya opini, tapi juga hasil survei terakhir," pungkasnya.
(nag)